Sukses Menghadapi Sidang TA (Tugas Akhir)



Kalau sebelumnya aku udah posting cerita seputar sidang TA-ku (baca: disini), kayaknya kurang afdol kalau nggak berbagi sama kalian semua. Maka dari itu, aku bakal kasih tips-tips menghadapi sidang TA buat kalian yang sekarang sedang menjadi pejuang TA. Selain biar kalian tahu kira-kira sidang TA itu gimana, juga supaya grogi yang muncul nggak kebanyakan.


source: disini

1. Berdoa
 
Hal pertama yang harus dilakuin ya berdoa. Mulailah segala hal dengan doa. Minta sama     Tuhan untuk diberi kemudahan, kelancaran, dan perasaan tenang. Sebut nama dosen penguji dalam doamu sembari meminta apa keinginanmu. 

2. Bikin Cetakan TA yang Sama 

Biasanya persyaratan sidang adalah menyiapkan TA yang sudah dijilid rapi. Jumlahnya sesuai dosen yang menguji sidang. Di kampusku, dosen penguji ada 2, terdiri dari dosen pembimbing dan dosen penguji yang ditentukan oleh Ketua Prodi. Tapi bukan berarti aku hanya mencetak 2 TA, aku bikin 3. Lebih baik memang menyediakan satu lagi untuk pegangan kamu sendiri. Usahakan sama persis dengan milik dosen pembimbing dan dosen penguji. Ini bakal mempermudah kamu. Karena kadang-kadang dosen penguji suka ngetes, sejauh mana kamu hafal halaman per halaman TA kamu sendiri. Jadi gini, ada dosen yang suka nanya maksudnya teori ini apa sih? Terus kaitannya sama TA apa? Kan kamu jelasin panjang lebar tuh. Ujung-ujungnya dosen bakal nanya, "itu ada di halaman berapa ya?" atau versi lebih to the point-nya, "coba tunjukin halaman berapa!"
Udah ngerti kan fungsinya bikin TA yang sama persis apa?

3. Tandai!
contoh punyaku

Menandai bisa dengan berbagai cara. Menempel post card berwarna-warni misalnya atau melipat halaman yang dirasa penting (sesuai selera). Gunanya untuk memberikan tanda agar memudahkan pindah halaman yang dimaksud. 

Apa aja yang ditandai? 
Misalnya halaman pertama tiap bab-nya. Atau letak teori-teori yang dipakai. Pokoknya bagian-bagian yang menurut kamu itu penting dan menurut feeling itu bakal ditanyain penguji. 

4. Koreksi!

Lakukan koreksi terhadap TA walau sudah dijilid rapi dan siap uji. Karena ternyata setelah sidang dibuka oleh dosen pembimbing, beliau akan memberi kesempatan untuk mengatakan mana-mana saja yang salah dan kita dipersilakan untuk membetulkannya. Misalnya ada buku yang tertinggal tidak masuk dalam daftar pustaka, atau ada kata-kata yang typo (salah ketik). Sehingga nanti kesalahan-kesalahan itu tidak akan dibahas dalam sidang dan hanya akan jadi revisi pribadi.

5. Ngotot!

Nah! Ini keahlian yang butuh nyali lumayan gede. Biasanya nih, dosen udah ngerti maksud tulisan kamu. Tapi beliau cuma pengen tahu penjelasan kamu gimana. Makanya bakal ada pertanyaan yang sengaja diputer-puter, padahal sebenernya itu pertanyaan simpel. Tujuannya cuma satu: pengen tahu kamu paham dan konsisten apa nggak sama pernyataan awal.

Contoh:
P (Penguji): "Tadi dari penjelasan kamu, ada opini yang disebut kontra dan ada yang disebut negatif. Sebenernya kontra itu artinya apa sih?"
M (Mahasiswa) : "Kontra itu menentang. Jadi maksud saya, opini yang bersifat kontra adalah opini yang menentang adanya kebijakan tersebut."

Aku pikir bakal selesai sampai di sini dan ganti pertanyaan lain, ternyata lanjut teruuus...

P : "Lalu di sini ditulis opini yang bersifat kontra jika diaplikasikan terhadap sikap akan muncul demo, dll. Kontra, tapi kok jadinya demo?"
M : (mikir, lah tadi uda dijelasin kalo kontra itu menentang) "Iya bu, karena opini yang bersifat kontra itu berarti menentang kebijakan, jadi ketika diaplikasikan terhadap tindakan, muncullah demo yang tujuannya menyuarakan ketidaksetujuan tersebut dan bahkan mengajak orang lain untuk sepaham dengan mereka."

Sudah mengerti kan maksudku? Penguji hanya ingin kamu bisa mempertahankan pernyataan awalmu. Jadi intinya, ngotot aja! Kalau kamu pikir kamu bener, pertahanin pernyataan itu. Jangan malah kelihatan mikir lama dan goyah. 

6. Pokoknya jawab! 

Apapun pertanyaan yang diajuin dosen penguji, jawab aja! Jangan sampe kamu diem lama buat mikir. Itu bakal ngurangin penilaian mereka. Kalau kamu bener-bener nggak ngerti sama yang ditanyain (biasanya seputar teori yang diaplikasikan pada konsep penelitian), jangan sekali-sekali bilang nggak tahu. Utarakan aja yang kamu tahu. Kalau penguji bosen sama jawaban kamu yang muter-muter, mereka bakal skip ke pertanyaan selanjutnya kok. Yang penting kamu ada usaha untuk jelasin. Nah kalau uda di-skip gitu, senyum-senyum aja biar cairin suasana tegang.

Kira-kira kayak gitu suasana di dalem ruang sidang TA. Tinggal bagaimana kalian semua menghadapinya. Usahain rilex aja. Tapi bukan berarti santai-santai lho ya. Tetep usaha maksimal. Bayangin sidang itu serem banget! Jadi kalau kenyataannya sidang kamu mulus-mulus aja, itu bonus. Daripada kebalikannya kan?

Nah kalo persiapan kamu udah mateng dan mental udah siap banget, mau dapet dosen se-killer apapun nggak jadi masalah. Babat habis!

Semoga tips yang aku tulis bermanfaat buat para pejuang TA yang udah deket sama sidang. Semangat!

NB: mungkin di tiap universitas, punya peraturan dan kebiasaan yang berbeda-beda. Tapi paling nggak secara garis besarnya sama.

4 komentar

Sidang terbuka vs Sidang tertutup untuk tugas akhir http://hendihen.wordpress.com/2014/05/07/sidang-tertutup-vs-sidang-sangat-terbuka/

Reply

terima kasih sudah share di sini :D

Reply

Misi gan...
Mau minta saran judul tgs akhir donk.
Ane jurusan teknik elektro telekomunikasi?
Makasiih

Reply

Waduh, apa ya. Coba cari fenomena yang berhubungan dengan teori elektro komunikasi, yang kamu minati. Jadi kamu bisa enjoy ketika melakukan penelitian. Saranku cukup umum sih. Tapi semoga membantu ya!

Reply

Post a Comment

Heiho! Salam kenal.
Kritik di sini boleh lho. Saran malah lebih boleh lagi. Asal jangan SARA ya.
Terima kasih :D