Alhamdulillah Lulus CPNS 2014


Tahun 2014 yang lalu, diadakan penerimaan CPNS besar-besaran. Dibuka ribuan formasi untuk berbagai jurusan dan tingkat pendidikan, untuk mengisi kekosongan formasi di pemerintah kota/kabupaten, provinsi, sampai pemerintah pusat. Berapa jumlah pelamar? Jangan ditanya. Tentu saja jauuuuuh lebih banyak dari jumlah orang yang dibutuhkan. Dan saya menjadi salah satunya.



Sebenarnya menjadi PNS bukanlah cita-cita saya. Tapi mengikuti seleksi penerimaan CPNS ini juga tidak bisa dibilang iseng. Mungkin di lain kesempatan akan saya ceritakan lebih banyak tentang alasan saya mengikuti seleksi CPNS tahun 2014. 

Tidak banyak yang tahu saya mengikuti seleksi CPNS. Karena memang saya sengaja diam-diam mengikuti setiap prosesnya. Tapi percayalah, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak secepat mengedipkan mata. Melainkan sebuah perjuangan berdarah-darah yang menguras energi dan waktu, serta tentunya pikiran dan juga hati. #Tsaaah ke-lebay-an ini boleh diabaikan.

Sebut saja saya beruntung. Beruntung karena baru pertama kali ikut tes CPNS dan langsung lulus. Beruntung karena di tahun 2014, penerimaan CPNS sudah mengalami banyak perbaikan dan bisa dibilang sudah lebih transparan. Beruntung karena di seleksi CPNS Kemnakertrans 2014 (sekarang berubah nama menjadi Kemnaker), tidak ada Tes Kompetensi Bidang (TKB), sehingga hanya mengandalkan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD). Tapi di balik keberuntungan-keberuntungan itu, ada perjuangan yang sangaaaat panjang. Dan saya bakal cerita sedikit tentang perjuangan kemarin itu.

Memilih Formasi



Ada kebijakan baru di tahun 2014. Peserta hanya boleh mendaftarkan diri di satu instansi (tidak boleh nyabang di instansi lain). Yang diperbolehkan adalah nyabang formasi. Itu pun harus berada di instansi yang sama dan jika background pendidikan yang dibutuhkan formasi tersebut juga sama.


Di sinilah saya mulai atur strategi. Pembukaan pendaftaran sekaligus pengumuman list formasi yang dibutuhkan instansi-instansi tersebut tidak serentak, sehingga update informasi setiap hari udah jadi harga mati buat saya. Saya follow twitter @panselnas agar tidak ketinggalan informasi. Saya juga buka web panselnas.menpan.go.id setiap hari.

Setelah itu, secara berkala saya mencatat semua formasi yang sesuai dengan background pendidikan saya. Lengkap dengan rencana penempatannya dan berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk formasi tersebut. Dan tidak lupa juga mencatat tanggal penutupan pendaftaran.


Ini hanya sebagian. Total ada 20 instansi yang membuka lowongan formasi dengan background pendidikan yang sesuai dengan saya.

Dari sekian banyak formasi yang sesuai, memilih salah satunya bukanlah perkara mudah. Perlu strategi juga. Saya memilah-milah mana formasi yang penempatannya di pusat (Jakarta) atau kalau pun di daerah, masih dalam pulau Jawa (agar tidak terlalu jauh dari orangtua). Selain itu, saya melihat background pendidikan yang dibutuhkan. Ada formasi yang membuka lowongan untuk D3 semua jurusan, D3 jurusan sospol, dan D3 jurusan hubungan masyarakat. Saya masuk di tiga kategori tersebut. Tapi kemudian saya berpikir, jika lebih mengerucut (D3 Humas), tentunya pesaing pun akan lebih sedikit, dan kesempatan lolos jadi lebih besar. Begitulah saya menentukan pilihan. Pilhan ini berisiko sebenarnya, karena ketika saya memilih formasi ini, berarti saya hanya menggantungkan harapan pada satu pilihan, apalagi formasi ini hanya membutuhkan satu orang. Tapi bukankah hidup memang penuh risiko?

Dilema juga saat satu per satu instansi menutup pendaftaran. Berdoa terus semoga saya tidak salah menentukan pilihan.

Mengirimkan Berkas untuk Seleksi Administrasi


Saat itu berkas-berkas yang dibutuhkan antara lain:
- Tanda bukti pendaftaran CPNS (download dan cetak sendiri)
- Legalisir ijazah + transkrip nilai
- Fotokopi KTP
- Pas foto ukuran 3x4 berwarna sebanyak 2 lembar

Pada tahap ini pun saya menemui beberapa kendala. Salah satunya yaitu printer di rumah macet, tintanya tidak mau keluar. Terpaksa harus nge-print di luar. Ini juga bikin galau. Kalau nge-print di luar, berarti harus menyimpan dulu file-nya di flashdisk dan tidak jarang flashdisk dipenuhi virus begitu pulang (ceritanya trauma karena laptop pernah terserang virus ganas dan file-file di dalamnya tidak selamat). Muncullah ide untuk nge-print di warnet. Caranya, saya simpan file itu di draft email. Pikirnya sih, begitu di warnet, bisa langsung di-print dari bilik sendiri. Ternyata butuh flashdisk juga. Jadilah saya meminjam flashdisk milik mbak penjaga warnet. Malah ribet sendiri! Belum lagi saya harus memastikan kalau setelah di-print, file saya itu dihapus dari flashdisk dia. Huft! 

Setelah urusan nge-print beres, saya menata berkas-berkas di sofa ruang tunggu warnet. Maksudnya sih biar sekalian ke kantor pos. Tapi ternyata saya tidak membawa paper clip dan saya baru sadar kalau belum membuat surat lamaran + CV (tidak tahu dua ini sebenarnya dibutuhkan atau tidak, tapi saya pakai juga akhirnya). Jadilah saya balik lagi ke rumah. Setelah memastikan semua benar-benar lengkap dan rapi, baru besoknya (16 September 2014) saya kirim ke kantor pos. Disertai doa agar berkas-berkas ini sampai dengan selamat di kantor kementerian.


Di akhir bulan Oktober 2014 hasil seleksi administrasi diumumkan. Alhamdulillah lulus! Tapi saya harus menunggu lagi untuk jadwal tes selanjutnya.


Persiapan untuk Tes Kompetensi Dasar (TKD)


Sejak digembar-gemborkan akan adanya pembukaan pendaftaran CPNS menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test), saya sudah mencari buku berisi kumpulan soal persiapan CPNS di Gramedia. Ternyata buku seperti itu buanyaaak. Sampai bingung harus pilih yang mana. Setelah mengintip isi dari beberapa buku (yang memang sudah terbuka segelnya, ya. Saya tidak membuka sendiri), akhirnya terpilihlah buku di bawah ini. Pertimbangannya adalah kumpulan soal yang lumayan banyak, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan, bonus CD simulasi tes CAT, serta janji muluk di covernya, hehe. Harganya Rp 113.000. Lumayan menguras kantong.

Karena persiapan ini termasuk awal, saya jadi memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari soal-soal yang ada di buku. 


Bukan promosi, ya!
24 November 2014. Nama saya tercantum sebagai peserta untuk mengikuti TKD di BBLKI Surakarta, pada sesi I (pukul 07.00 WIB). Setelah ada jadwal pasti, saya lebih rutin belajar. Selain dari buku kumpulan soal, saya juga menginstal simulasi tes CAT dari CD yang menjadi bonus buku, serta latihan dari simulasi-simulasi yang banyak disediakan di internet (rajin-rajin browsing). Lumayan untuk melatih kelincahan otak dan tangan agar tidak kaget-kaget amat saat mengikuti tes.

Hari yang ditunggu datang juga. Saya berangkat subuh-subuh naik bus ke Solo. Perjalanan Ungaran-Solo makan waktu kurang lebih 2 jam. Sempat was-was juga bakal tepat waktu atau tidak sampai di sana. Alhamdulillah pukul 06.45 saya sudah stand by di lokasi. 

Pukul 07.00 lebih sedikit, peserta diarahkan untuk berbaris guna diperiksa kesesuaian kartu tanda peserta CPNS dengan identitas di KTP. Setelah itu, seluruh peserta dikumpulkan dalam satu ruangan untuk menonton video simulasi pengerjaan tes CAT (video diulang berkali-kali dan petugas melayani pertanyaan dari peserta yang kurang paham). Di tahap ini, peserta masuk ke ruangan hanya dengan membawa KTP asli. Tas dan ponsel harus dititipkan (aman kok). Harus taat peraturan, karena kalau ketahuan bawa ponsel di ruang tes, akan didiskualifikasi. 

Saat masuk ruang tes, saya mendapat tempat paling depan, pojok pula. Ini juga keuntungan bagi saya. Saya jadi fokus sama diri sendiri. Tanpa harus terdistraksi oleh gerakan peserta-peserta lain. Disediakan satu perangkat PC, selembar kertas HVS, dan pensil yang sudah diraut (untuk coret-coret saat mengerjakan soal matematika) untuk setiap peserta. Aplikasi CAT yang disediakan bagus. Simpel dan mudah penggunaannya. 

Tidak ada kesempatan untuk tengok-tengok kanan-kiri, apalagi mensontek. Selain karena soal yang berbeda (dengan bobot yang sama tentu saja) antara satu peserta dengan peserta lainnya, juga karena membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengerjakan tiap soalnya. Saya sendiri yang agak lemah dalam hafalan, sedikit merasa kesulitan ketika mengerjakan bagian Tes Wawasan Kebangsaan. Jadi terpaksa meninggalkannya sejenak untuk dikerjakan belakangan. Alhamdulillah tetap terjawab semua. Yeah!

Selesai mengerjakan soal-soal, aplikasi CAT langsung menampilkan skor saya: 341. Meski tidak terlalu tinggi, tapi Alhamdulillah di atas passing grade! Puji syukur kepada Allah saya lafalkan berkali-kali sepeninggal ruangan itu. Yang saya lakukan selanjutnya adalah berdoa banyak-banyak. Apalagi karena belakangan saya baru tahu bahwa skor yang saya dapat tidak ada apa-apanya. Yang lebih tinggi buanyaaak. Bahkan ada yang tembus angka 400. 

Pengumuman Lulus CPNS


Hopeless. Itu yang saya rasakan saat Kemnakertrans tak kunjung mengumumkan hasil TKD setelah berbulan-bulan. Padahal instansi-instansi lain bahkan sudah mengadakan TKB. Rasanya sudah pasrah saja dan tak ingin terlalu menanti. Sebenarnya penantian lama ini juga bisa dibilang sebagai TKB dari Kemnakertrans. TKB = Tes Kesabaran Bersama.  

Saya kembali wira-wiri mencari pekerjaan lain, interview sana-sini, tapi tetap memanjatkan doa agar keajaiban tetap berpihak pada saya.

Tanggal 11 Februari 2015, akhirnya pengumuman itu tercantum di web dan twitter Kemnakertrans. Sore itu, tangan ini gemetar hebat saat men-download file hasil seleksi CPNS. Jumlahnya dua file PDF. Satu file berupa hasil TKD, satunya lagi berupa daftar peserta yang lulus CPNS 2014. 

File hasil TKD yang saya buka lebih dulu. Saya bisa saja langsung memasukkan nama saya dalam kotak search. Tapi saya lebih memilih men-scroll halaman demi halaman dengan jantung melompat-lompat nggak karuan. Begitu sampai pada formasi yang saya lamar, ternyata nama saya berada di urutan teratas dari total 12 orang peserta. Alhamdulillah!



Saya meneriakkan syukur Alhamdulillah dan membuat Mama, Papa, dan adik saya, berkumpul di depan laptop. Setelah itu barulah saya membuka file peserta yang lulus CPNS untuk memastikan benar nama saya ada di sana. Senyum bangga Mama dan Papa menjadi hadiah terindah saat itu.




Pemberkasan 


Diberi waktu kurang lebih 12 hari (belum dipotong sabtu, minggu, dan satu tanggal merah) untuk mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Cukup hectic juga pada tahap ini. Mungkin saya bakal cerita di postingan terpisah saja, karena postingan ini sudah terlalu panjang, hehe (semoga tidak lupa).


Akhirnya! Akhirnya perjuangan saya terbayar dengan kebahagiaan. Mungkin inilah jawaban mengapa saya menganggur begitu lama. Mungkin Allah sedang menguji kesabaran saya. Mungkin Allah juga sedang memberi saya waktu untuk mempersiapkan segalanya dengan baik. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah! Terima kasih, Ya Allah! Saya sangat bersyukur atas rezeki-Mu ini! Semua ini murni karena usaha saya, doa keluarga dan sahabat-sahabat saya, dan pastinya juga berkat kuasa-Mu. Semoga rezeki ini berkah. Aamiin. Hidup JUJUR!!!


Rezeki tak pernah salah alamat. Tinggalkan jauh-jauh kata 'menyerah'! Percayalah bahwa usaha keras dan doa yang tulus akan menghasilkan kisah yang indah.

Bersenang-Senang dengan E-Book MFF (Ke)Dua

(Image source: here)

Monday Flash Fiction, grup kepenulisan kesayangan saya, berulang tahun yang kedua. Gegap gempita seluruh member mewarnai perayaannya. Kami beramai-ramai mempersembahkan sebuah FF terbaik, yang bisa dinikmati bersama. 

Saya merasa beruntung, karena bukan hanya bisa memberikan kado FF, tapi juga mendapatkan kehormatan untuk menyusun tata letak isi dan melakukan proofread terhadap tulisan teman-teman. Terima kasih pada Mbak Carolina Ratri yang telah memberikan kesempatan berharga itu pada saya.

Saya belajar. Saya bersenang-senang. Ketika menemukan kata baru yang sekiranya saya tidak tahu artinya, atau ketika menemukan penulisan sebuah kata yang tidak biasanya, saya segera membuka KBBI Online. Untuk mencari penjelasan tentang arti kata tersebut dan cara penulisan yang benar. Selain EYD, saya juga memeriksa dialog, penggunaan 'di' (sebagai awalan dan kata depan), tanda baca, dll. Tulisan teman-teman sebagian besar sudah rapi, jadi pekerjaan saya tak terlalu berat.

Doodle kece di awal postingan ini adalah cover e-book, hasil kreasi dari teman saya juga, sesama member MFF (Ya! MFF berisi orang-orang keren!). Namanya Widiarsa Wuwie.

Terlepas dari itu semua, tetap saja Mbak Carra memiliki andil yang besar untuk memoles tata letak isi dan hasil proofread saya, serta doodle Widi menjadi sebuah karya utuh yang bakal kalian baca ini. Makasih, Mbak Carra ...

Nah, kabar gembiranya, e-book ini bisa di-download GRATIS! Karena tujuannya memang untuk bersenang-senang bersama. Kalian bisa men-downloadnya melalui dropbox dan g-drive. Cekidot!

Selamat menikmati petualangan membaca 29 FF 251 kata dari 29 member MFF! Endingnya? Tak perlu ditebak! Biarkan menjadi kejutan yang bisa membuat kalian tersentak bahagia. Setelah membacanya, boleh lho tinggalin kesan di kolom komentar di bawah. Selamat membaca ^^

Liebster Award 2014


Aku seringkali melihat link postingan Liebster Award seliweran di TL twitter. Tapi tidak menyangka bahwa blogku pun akhirnya juga mendapatkan, sekaligus 2 malah. Seneng? Iya dong. Tujuan Liebster Award kan untuk mempromosikan blog (followers di bawah 200) sekaligus agar saling mengenal sesama blogger. Mengingat followers blogku yang baru berjumlah 11, ini menjadi jalan yang baik untuk membuat blogku lebih dikenal. Terima kasih untuk Rizki Wulandari dan Fandhy Ahmad Romadhon yang sudah menominasikanku *jabat tangan kenceng*

Ini dia aturan main Liebster Award:
(1) Sampaikan terima kasih untuk orang yang telah menominasikan kamu dengan cara menautkan link hidup yang mengarah pada blog orang tersebut pada postingan Liebster Award kamu.
(2) Tampilkan banner Liebster Award dalam postingan.
(3) Sebutkan 11 fakta tentang diri kamu. 
(4) Jawab 11 pertanyaan yang diajukan untukmu.
(5) Nominasikan 5-11 blog yang pantas mendapatkannya (usahakan blog dengan jumlah followers kurang dari 200).
(6) Buat pertanyaan baru untuk blog yang kamu nominasikan.
(7) Cantumkan aturan main Liebster Award (boleh copas dari sini).
(8) Informasikan pada pemilik blog bahwa kamu menominasikannya dalam Liebster Award.

Aturan main sudah, berarti saatnya aku memberikan 11 fakta tentang diriku. Oke baiklah...
(1) Aku adalah seorang Arian yang lahir pada tanggal 2 April. Bagi yang ingin mengirim kado buku, bisa menghubungiku via twitter/email. *digetok*

(2) Suka banget sama kucing. Dan paling jijik sama kecoak, apalagi kecoak terbang. Hiii...

(3)

(4) Paling suka menghabiskan waktu untuk membaca buku, blogging, atau nonton film.

(5) Suka makan! Alhamdulillah aku punya badan yang susah gemuk. Jadi makan seberapa banyak pun nggak ada masalah, hehe. Suka banget sama seafood, nasi padang, makanan Jepang, terong balado, onion ring, kangkung tauco, sup jagung, dll *kemudian laper*

(6) Seorang introvert. Senang berada di tengah keramaian, selama tidak dikenali di situ, karena aku senang mengamati tingkah laku orang banyak. Dan sebaliknya, tidak suka berada di tengah keramaian orang-orang yang mengenaliku, misalnya kumpul keluarga besar, reuni, atau apapun. Lebih banyak basa-basi yang tentu saja tidak kukuasai.

(7) Sedang merintis usaha toko buku online yang menjual buku baru ataupun kolpri (koleksi pribadi) di twitter, namanya @GDbooks_ *promosi dikit*

(8) Lebih suka menuangkan ide/unek-unek/kegelisahan lewat tulisan dibanding lewat lisan. Menyisipkan ide/unek-unek/kegelisahan tersebut pada sebuah cerita fiksi itu seru! Lebih nyaman rasanya, daripada menuliskannya semacam diary.

(9) Seringkali dikira anak kecil (usia SMP-SMA) karena ukuran tubuh dan wajah yang kekanak-kanakan. Hahahaha berarti aku awet muda hahaha.

(10) Lulus D3 Hubungan Masyarakat di Universitas Diponegoro Semarang, Oktober 2013, dengan IPK 3.65. Ada yang mau kasih info lowongan kerja?

(11) Selalu menyimpan keinginan untuk bisa menerbitkan buku. Aamiin...

Aku akan menjawab pertanyaan yang diajukan Rizki terlebih dulu ya, ini dia:
(1) Mengapa kamu menjadi seorang blogger? 
Duh, kenapa ya? Awalnya iseng aja sih. Lama-kelamaan jadi semacam candu. 

(2) Apa kisah atau arti dibalik nama blog kamu?
didotanindita - Didot adalah nama panggilanku saat SMA (aku lupa gimana asalnya dipanggil gitu), sedangkan Anindita adalah nama depanku. Kalau disatuin, aku seneng aja bacanya. Nggak ada arti khusus.

(3) Sejak kapan kamu nge-blog?
Blog ini terbentuk pada 5 Agustus 2011. Tapi selama 2 tahun pertama, aku masih males-malesan bikin postingan. Juni 2013 baru aku mulai aktif nge-blog.

(4) Pertama kali nge-blog, kamu menulis tentang apa?
Hahaha. Jujur, aku bikin blog karena ikut-ikutan temen waktu itu (sekarang dia udah nonaktif dari dunia blog). Saat itu, lagi demamnya Raditya Dika. Jadilah tulisan-tulisan awalku bertema komedi yang lebih terkesan maksa daripada lucu, hahaha. Aku sengaja nggak menghapusnya. Biarlah jadi kenang-kenangan.

(5) Siapa blogger favorit kamu?
Putri Widi Saraswati - diksi yang dia mainkan dalam tulisannya seringkali bikin aku jatuh cinta. Apalagi dia juga suka memasukkan kritik sosial dalam cerita-cerita fiksinya. Tulisannya cerdas. Pengin baca juga? di sini

(6) Gambaran dirimu dalam 3 kata?
Introvert. Simpel. Pemikir.

(7) Apa yang kamu lakukan di waktu luang?
Baca buku, blogging (nulis cerita fiksi atau review buku atau apapun selain menulis diary), renang, nonton film.

(8) Tuliskan 2 hal yang paling sulit kamu lakukan di dunia ini?
Berbicara di depan umum dan melupakan hal-hal yang menyakitkan.  

(9) Siapa saja orang yang telah menginspirasi hidup kamu?
Mama. Beliau adalah inspirasi terbesarku. Kesabarannya dalam menghadapi masalah apapun, serta keikhlasannya membuatku bangga sekaligus heran, ternyata masih ada orang yang memiliki hati sebesar beliau. Selain itu, mama pinter masak. Semoga bakat dan keahliannya menular padaku. Aamiin.

(10) Apa saja 4-5 barang yang gak pernah kamu lupa bawa kemanapun kamu pergi?
Handphone, dompet, notes kecil, bolpoin, dan tisu.

(11) Tuliskan pencapaian yang ingin kamu capai di tahun 2014 ini?
Berhasil menyelesaikan naskah novel pertamaku dan bisa membuatnya tembus ke penerbit mayor. Mari bantu untuk mengamini. Aamiin...

Oke, sekarang aku akan menjawab pertanyaan dari Fandhy Ahmad Romadhon:
(1) Bagaimana pendapat kalian tentang blog saya ( My Blog ) ?
Desainnya simpel, enak dilihat dan dibaca. Tulisan-tulisanmu juga seru buat diikuti ^^ 

(2) Dalam waktu seminggu, berapa banyak postingan blog yang bisa kalian buat ?
Aku pernah ikutan proyek "Cerita dari Kamar" gagasan Bernard Batubara. Aturannya adalah membuat postingan mengenai barang-barang yang ada di kamar. Satu hari satu barang. Dan aku bisa mengikutinya sebulan penuh. Jadi dalam seminggu aku bisa mencapai 7 postingan. Itu yang paling banyak sepertinya. 

(3) Pilih mana, Syahrini atau Ashanty ? <~~ Pertanyaan ngaco -_-
eng... *mikir keras* *memutuskan abstain* 

(4) Selain ngeblog, apa hobi kalian ?
Baca buku, nulis, makan, renang, nonton film. 

(5) Apakah saya termasuk idola kalian ? Kalo tidak, siapakah idola kalian ? Haha pertanyaannya ngaco lagi.
Hahahaha. Kalau aku bilang kamu adalah idolaku, aku bakal dapet apa? Idolaku tentu saja mama. Hmmm... alasannya bisa dilihat di atas (pertanyaan nomor 9 dari Rizki). 

(6) Moment apakah yang pernah kalian dapet dari ngeblog ? Ya bisa tentang prestasi, ataupun moment yang lainnya. Terserah kalian.
Aku pernah beberapa kali menang dari kompetisi menulis di blog. Bukan soal hadiahnya, sebenarnya. Tetapi lebih ke kepuasan batin kalau ada yang mengapresiasi tulisanku, gitu. Dari blog juga aku banyak mengenal teman-teman baru sesama blogger. Yang pasti dengan nge-blog, aku mengasah kemampuan menulisku. 

(7) Punya cita-cita kan? Kalo punya, cita-cita kalian itu mau jadi apa ?
Punya dong! Jadi penulis buku bestseller dan owner toko buku besar sekelas atau bahkan lebih besar dari Gramedia. Aamiin... 

(8) Kalo suruh milih, hewan apa yang ingin kalian jadikan hewan peliharaan ? Godzilla ? Hmm Good Choice!
Hahaha ini nyuruh apa maksa? Aku pengin punya singa semacam Aslan di rumah. Bisa nggak? 

(9) Apa genre musik yang kalian suka ?
Aku nggak punya genre khusus buat musik. Entah kenapa, denger musik cuma saat adek lagi dengerin juga. Bahkan aku nggak menyimpan musik sama sekali di handphone, hehe. Aneh ya? 

(10) Adakah moment yang kamu sesali ? Kalo pun ada, moment apakah itu ?
Mengapa aku terlambat menekuni dunia tulis-menulis? Itulah yang aku sesali. Tapi aku tetap bersyukur. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? 

(11) Suka baca buku? Kalo suka baca buku, jenis buku apa yang kalian suka ?
Iya, aku suka fiksi, tapi nggak menutup kemungkinan untuk suka non fiksi juga. Lebih suka genre misteri, thriller, sci-fi, romance tapi yang nggak terlalu mellow, komedi juga suka. Yaaah, aku termasuk pembaca segala, sih. 

Daaan... Nominasi Liebster Award dariku, adalah... Jeng! Jeng! *pasang musik tegang*
2. Dea
3. Diyar 
4. Indahfuri
5. Jiah Java 
6. Kaka Akin
8. Linda
11. Vanda Kemala

Ini pertanyaan untuk kalian yang blognya kunominasikan:
(1) Kamu lebih suka membuat postingan seperti apa di blog? (diary, fiksi, review, atau apa?)
(2) Punya blog, berarti suka menulis kan? Nah, punya keinginan untuk menerbitkan buku, nggak? Kalau iya, buku seperti apa?
(3) Pilih mana, punya banyak followers di blog atau di twitter? Mengapa?
(4) Suka baca buku? Kalau iya, ada budget khususkah untuk membeli buku? Kira-kira sebulan habis duit berapa untuk membeli buku?
(5) Lebih suka beli buku di toko buku online atau offline? Mengapa?
(6) Apa sih, yang bikin kamu sebel saat membaca suatu buku? (misal: ceritanya ternyata nggak sebagus promonya, atau apa?)
(7) Menyambung pertanyaan di atas, apa yang selanjutnya kamu lakukan pada buku tersebut? (misal: menjual kembali, memberikan pada orang lain, atau apa?)
(8) Siapa penulis Indonesia yang paling kamu suka? Mengapa?
(9) Kalau kamu diberi penawaran untuk wisata gratis di kawasan Asia, kamu memilih negara mana? Alasannya apa?
(10) Apa keinginan terbesar yang ingin kamu wujudkan?
(11) Sifat apakah yang ada di dirimu yang kamu anggap sebagai kekurangan? Bagaimana kamu mengatasinya?

*Maaf ya kalau ada pertanyaan yang menurut kalian susah. Aku pun mikir keras untuk memberikan pertanyaan apa, hehe.
*Selamat mengerjakan... eh, selamat membuat postingan Liebster Award dan selamat berbagi maksudnya ^^

Salam kenal :D

6 Karakter Temen yang Jadi Pelanggan Bisnis Pulsa

(background source: here)

Aku punya bisnis kecil-kecilan, yaitu berjualan pulsa. Bisnis ini udah aku jalani bertahun-tahun, sejak masih duduk di bangku SMK, sampai sekarang, lulus kuliah. Nah, bisa dihitung tuh berapa tahun :D

Bisa ditebak kan, siapa pelanggannya? Rata-rata ya temen-temen sendiri. Temen satu kelas, temen beda kelas, sampe temennya temen. 

Nah, punya pelanggan temen sendiri itu susah-susah gampang. Gampang karena aku nggak perlu bingung siapa yang mau beli pulsaku. Tapi kadaaaaang... susah nagihnya.Tahu sendiri kan cara jualan pulsa ke temen itu gimana? SMS/BBM dulu buat minta pulsa, terus bayarnya belakangan.

Sekarang aku mau jabarin karakter-karakter temen yang jadi pelanggan pulsaku. Cekidot!

1. Temen Baik

Paling enak punya pelanggan yang begini. Mereka paling cepet bayar pulsanya. Misalnya malem mereka minta kiriman pulsa, paginya begitu ketemu langsung bayar. Atau saat weekend mereka minta kiriman pulsa, saat masuk sekolah/kuliah mereka langsung minta total yang harus dibayar dan bayar SEMUANYA.

Cara mengatasi:
Nah, buat temen yang kayak gini, aku selalu berusaha kasih pelayanan terbaik: begitu mereka minta kiriman pulsa, langsung aku kirim secepatnya. Kalau telat dikit, langsung ngerasa nggak enak sama mereka. 
Dan saat mereka minta keringanan (mundur bayar pulsanya) karena alesan tertentu, barulah aku bisa maklum. Karena mereka nggak sering melakukannya dan pasti alesannya bener-bener jujur. Sayangnya, nggak banyak temen yang begini.

2. Tukang Kabur

Kalau ada kesempatan ketemu, entah gimana caranya mereka selalu lebih cepet kabur dari pandangan. Semacam punya jurus menghilang yang ampuh banget. 

Cara mengatasi: 
Harus pasang kuda-kuda kalau berhadapan sama temen macem ini. Sebelum bel pulang sekolah atau jam kelar kuliah usai, aku harus siap-siap. Begitu TET, langsung bergerak secepat kilat buat mencegat langkahnya keluar kelas. Itu kalau sekelas ya. Kalau beda kelas ya siap-siap lari aja buat ngejar dia kalau pas batang idungnya keliatan dikit. Atau saat ngejar itu, teriakin aja, "bayar pulsa dong!" di depan temen-temen yang lain. Kalau udah gini, temen-temen lain suka ikut ceng-in. Kalau malu, juga akhirnya dia bayar.

3. Tukang Ngeles

Temen yang begini nih calon pengarang kayaknya. Adaaaa aja alesannya buat nunda bayar pulsa. Yang dompet ketinggalan lah, belum ambil duit di ATM lah, lagi banyak kebutuhan yang nggak bisa ditunda lah, ada kebutuhan mendadak lah, dan sebagainya dan sebagainya nggak habis-habis. Tipikal kayak gini, mereka berani buat ketemu, karena mereka siap dengan alesannya. Suka kesel lagi kalau mereka yang banyak alesan ini itu, eh ke sekolah/ke kampus pake barang-barang baru. Lah, masa' beli baju/sepatu/hape baru aja bisa, tapi bayar pulsa yang nggak seberapa aja nggak bisa sih?

Cara mengatasi:
Suruh dia janji kapan bisa bayar. Kalau udah hari H dan dia belum bayar juga, aku jadi ngerasa berhak buat ngejar terus. Atau kalau dia punya barang-barang baru, becandain aja tentang barang-barang barunya. Berharapnya sih dia malu ya, terus bayar deh.

4. Tukang Janji-Janji

Udah macem caleg aja ya, kebanyakan janji. "Aku bayar besok ya" atau "Aku bayar tanggal 5 ya". Tapi saat waktunya bayar, dia jadi tukang kabur atau tukang ngeles. Padahal yang nentuin hari kan ya dia-dia sendiri. Ckckckck *geleng-geleng kepala*

Cara mengatasi:
Teror terus! Tagih janjinya.

5. Tukang Minta Pengertian

"Aku lagi krisis keuangan nih, tolong ngertiin ya." Lah, kalau minta pengertian ke pacar aja. Aku cuma penjual pulsa biasa. Masa' iya aku harus ngasih pengertian ke semua temen yang kayak begini. Trus kapan aku yang dingertiin? *drama*

Cara mengatasi: 
Sekali-sekali minta pengertian juga. Lah bener kan? Kalau aku ngertiin dia mulu, modalku nggak balik dong? Bisnis pulsanya jadi seret karena duitnya nggak bisa muter.

6. Belagak Lupa

Suka kasian sama temen yang model begini. Masih muda tapi udah lupa banyak hal. Biasanya yang tipe begini, awalnya adalah tukang kabur/tukang ngeles. Sampe aku capek sendiri nagihnya, terus aku diemin lama. Eh, bukannya sadar, malah belagak lupa kalau punya utang. Saking lamanya ditunda-tunda sih.

Cara mengatasi:
Nah, untuk temen model begini (pada dasarnya yang model begini mudah diprediksi, karena biasanya nggak cuma sekali kayak gitu), aku selalu sigap capture-in SMS/BBM dia saat minta pulsa atau saat dia janjiin kapan mau bayar. Saat penyakit lupanya kambuh, tinggal tunjukin aja capture-an itu.
Selain itu, pada dasarnya aku kan punya buku catatan. Isinya lengkap. Mulai dari jam dikirimnya pulsa itu, nomer hape dia, sampe serial numbernya. Setelah temen-temen bayar, aku kasih tanda centang, kadang tanggal bayarnya aku cantumin juga. Semua itu aku anggep barang bukti. Dia yang suka belagak lupa, nggak bisa ngeles lagi. Tapi ada juga sih yang malah muter balikin, misal: "Aku udah bayar waktu itu, waktu bla bla bla. Mungkin kamu yang lupa." Lah?

***

Ya, kira-kira begitulah karakter temen yang jadi pelanggan pulsaku. Nano-nano. 

Bisnis pulsa itu kan paling untungnya berapa sih? Nggak sampe seribu buat sekali kirim. Jadi, sebagai temen yang baik, janganlah tega-tega amat. *muka melas*
Ada yang punya bisnis pulsa jugakah? Atau punya bisnis lain yang di antara pelanggannya adalah temen sendiri? Kira-kira gitu juga nggak karakternya? Mungkin bisa share di comment box?

E-Learning - Belajar Asyik dengan Blog


https://www.facebook.com/indberprestasi


Apa itu E-Learning?

E-Learning adalah singkatan dari Electronic Learning, atau dalam pengertian yang lebih mudahnya, sistem pembelajaran elektronik.

Siapa di tahun 2013 yang belum mengenal internet, apalagi sosial media? 

Ya! Sebagian masyarakat Indonesia pastilah paham tentang internet. Bahkan mungkin sudah menjadi keseharian yang sulit untuk dilepaskan.

Jika sosial media sudah semacam mendarah daging, bagaimana dengan blog?

Blog adalah singkatan dari web log. Jadi, di dalam blog, pemiliknya dapat menuliskan apapun sesuka hati untuk kemudian di-share, ini dinamakan posting. Blog tersebut dapat diakses oleh semua orang, selama terdapat akses internet. 

Saat ini sudah banyak tersedia platform blog, ada blogspot, wordpress, tumblr, dll. Membuatnya pun sangat mudah. 

(image source: here)

Mengenalkan Blog Sejak Dini

Pernah melihat anak sekolah yang pulangnya sampai sore banget?
SERING!!!
WAH, ITU MAH TIAP HARI!!!
ADIK SAYA TUH! 

Semangat banget sih jawabnya... Oke! Oke!

Berarti boleh dong kalau saya menyimpulkan bahwa sebagian besar waktu anak sekolah dihabiskan bersama guru atau pengajar mereka?
Jadi, bagaimana jika blogging diajarkan sedini mungkin oleh guru-guru kepada siswa-siswanya? 

Kemudahan membuat blog tidak akan diketahui oleh seluruh anak Indonesia, jika tidak ada campur tangan orang dewasa yang membimbingnya. Mengapa harus ada bimbingan? Selain agar proses mempelajari bagaimana menjalankan blog menjadi lebih cepat dan terarah, juga karena internet adalah dunia yang keras. Saking banyaknya informasi yang tersedia di internet, bukan tidak mungkin anak-anak mendapati konten yang sebenarnya belum pantas ia baca/lihat (misal: situs dewasa).

Mungkin jika masuk dalam kurikulum masih sulit diterapkan, bagaimana jika blogging masuk dalam pelajaran tambahan?

Kemampuan Siswa tidak dapat Dipukul Rata

Tidak semua siswa jago dalam semua mata pelajaran. Siswa yang mahir matematika, belum tentu mahir dalam pelajaran seni. Begitupun sebaliknya. Setiap siswa memiliki pembawaan dan bakat masing-masing.

Di sinilah guru berperan penting. Guru haruslah peka terhadap sifat dan sikap siswanya. Apalagi tentang bakat terpendam siswa yang terkadang malu untuk ia perlihatkan. Dengan blog, guru dapat memancing siswa untuk menghidupkan bakatnya. Misalnya, siswa yang memiliki bakat menyanyi, dapat mengisi blognya dengan video/suaranya saat sedang bernyanyi atau siswa yang suka bercerita, dapat mengisi blognya dengan cerita-cerita yang ia buat sendiri.

Blog tidak harus diisi dengan postingan yang serius melulu. Ada kalanya dapat berisi kisah pribadi siswa sebagai lucu-lucuan atau menyalurkan kreatifitas siswa, seperti share video/foto bakat siswa, misalnya menyanyi, menggambar, bahkan untuk siswa yang mahir matematika dapat membuat tulisan mengenai rumus matematika cepat (informasi ini dapat membantu teman-temannya yang lain dalam mengerjakan soal matematika).


Menghidupkan Kolom Diskusi
Siklus tersebut hampir setiap hari diterapkan. Sehingga kesempatan untuk berdiskusi antara guru dan siswa menjadi terbatas. Akan berbeda ceritanya jika guru memiliki blog pribadi/sosial media yang dapat diakses dengan mudah oleh siswanya. Pertanyaan apapun dapat diajukan dalam sekejap. 

Jam di sekolah pun rasanya bisa dikurangi karena diskusi dapat dilakukan melalui blog/sosial media. Anak-anak jadi lebih banyak waktu di rumah bersama orangtua masing-masing. Lagipula, suasana jadi lebih santai.

Dapat Dibaca Semua Orang

Penting atau tidaknya sebuah informasi, itu tergantung pada siapa yang membacanya, bukan?

Nah, bagaimana jika tulisan yang dibuat oleh guru/siswa ataupun diskusi di antara keduanya tersebut dibaca oleh orang lain yang kemudian merasakan manfaatnya? Siapa yang tahu kan?

Jadi, guru dapat membuat pesannya sampai dengan baik pada siswanya, orang lain juga mendapatkan informasi baru yang bermanfaat. Siapa tahu orang lain dapat memberikan kritik atau masukan pada guru tentang metode pembelajaran yang sedang dibahas.

Guru yang Pandai Menulis dan Bercerita menjadi Nilai Plus

Seringkali kita (yang pernah merasakan menjadi siswa) bosan dengan tulisan-tulisan baku di buku paket pelajaran atau kalimat-kalimat moral yang melulu menggurui.

Padahal pesan moral dapat dimasukkan dalam sebuah cerita fiksi lho! Selain menjadikan kegiatan membaca menjadi kebiasaan, juga melatih siswa agar lebih kritis dalam mengambil makna dalam cerita. 

Coba perhatikan dua contoh di bawah ini:
 
Pertama
        "Mama, bunga ini spesial untuk mama." Seorang anak usia 7 tahun memberikan setangkai bunga mawar pada ibunya.
           "Terima kasih sayang. Kamu dapat darimana?" 
           Sontak anak itu menunjuk deretan bunga mawar bermekaran di taman.
         Dengan lembut, ibunya menggandeng anaknya kembali ke tempat di mana mawar itu tumbuh.
           "Sayang, coba lihat bunga ini, cantik kan?"
            Si anak mengangguk.
          "Tapi karena sudah kamu petik, cantiknya cuma bisa dinikmati mama. Padahal di taman ini banyak orang ingin melihat cantiknya. Lagipula, jika sudah dipetik, bunga ini akan mati sayang."
           "Maaf ma, aku tidak akan melakukannya lagi."
 
Kedua
 
"Jangan memetik bunga di taman!"
 
Apakah terlihat perbedaannya? 
 
Baiklah saya jelaskan lebih lanjut. Cara yang pertama, menggunakan cerita fiksi tanpa kata-kata JANGAN atau DILARANG atau TIDAK BOLEH yang terkesan memberikan batasan pada anak untuk berekspresi. Cara yang pertama lebih membebaskan anak untuk mendapatkan nilai/maknanya sendiri.

Sedangkan cara yang kedua, biasa kita temui di buku paket pelajaran atau papan larangan di taman itu sendiri. Lebih singkat memang, tetapi menjadikan anak-anak tidak tahu mengapa mereka tidak diperbolehkan memetik bunga tersebut. Sehingga terkadang justru mengundang anak-anak untuk melanggar aturan itu karena rasa ingin tahunya yang besar.

Melatih Siswa Lebih Banyak Membaca Buku

Dari tadi kita membahas tentang blog, lalu apa hubungannya dengan buku?
 
ADA!

Sekalipun sudah bergelut dengan kemajuan teknologi yang serba canggih, buku tetap harus menjadi pilihan untuk dibaca. Karena menurut saya, buku adalah karya yang tidak akan pernah mati, apalagi tergerus teknologi.
 
Yang saya maksud di sini tentu saja bukan buku paket pelajaran. Tetapi lebih ke buku cerita fiksi atau buku pengetahuan yang lain, misalnya ensiklopedia.

Maka dari itu, untuk meningkatkan minat baca siswa, guru bisa saja membuat postingan yang berisi review buku yang pas untuk siswanya. Karena terkadang, siswa bingung menentukan buku mana yang harus dibeli setelah melihat ribuan buku yang ada di toko buku. Sehingga ketika gurunya memberikan review dan rekomendasi buku, setidaknya siswa tahu buku mana yang harus dimiliki dan dibaca.

Review buku dapat menjadi selingan di sela-sela postingan guru yang mengarah pada pelajaran sekolah. Misalnya pada hari Sabtu dan Minggu. Sehingga dapat me-refresh otak siswa.

Sepertinya postingan ini sudah terlalu panjang. Jadi untuk mengakhirinya, saya memiliki pesan:

Blog itu asyik untuk dijadikan media pembelajaran...

Sukses Menghadapi Sidang TA (Tugas Akhir)



Kalau sebelumnya aku udah posting cerita seputar sidang TA-ku (baca: disini), kayaknya kurang afdol kalau nggak berbagi sama kalian semua. Maka dari itu, aku bakal kasih tips-tips menghadapi sidang TA buat kalian yang sekarang sedang menjadi pejuang TA. Selain biar kalian tahu kira-kira sidang TA itu gimana, juga supaya grogi yang muncul nggak kebanyakan.


source: disini

1. Berdoa
 
Hal pertama yang harus dilakuin ya berdoa. Mulailah segala hal dengan doa. Minta sama     Tuhan untuk diberi kemudahan, kelancaran, dan perasaan tenang. Sebut nama dosen penguji dalam doamu sembari meminta apa keinginanmu. 

2. Bikin Cetakan TA yang Sama 

Biasanya persyaratan sidang adalah menyiapkan TA yang sudah dijilid rapi. Jumlahnya sesuai dosen yang menguji sidang. Di kampusku, dosen penguji ada 2, terdiri dari dosen pembimbing dan dosen penguji yang ditentukan oleh Ketua Prodi. Tapi bukan berarti aku hanya mencetak 2 TA, aku bikin 3. Lebih baik memang menyediakan satu lagi untuk pegangan kamu sendiri. Usahakan sama persis dengan milik dosen pembimbing dan dosen penguji. Ini bakal mempermudah kamu. Karena kadang-kadang dosen penguji suka ngetes, sejauh mana kamu hafal halaman per halaman TA kamu sendiri. Jadi gini, ada dosen yang suka nanya maksudnya teori ini apa sih? Terus kaitannya sama TA apa? Kan kamu jelasin panjang lebar tuh. Ujung-ujungnya dosen bakal nanya, "itu ada di halaman berapa ya?" atau versi lebih to the point-nya, "coba tunjukin halaman berapa!"
Udah ngerti kan fungsinya bikin TA yang sama persis apa?

3. Tandai!
contoh punyaku

Menandai bisa dengan berbagai cara. Menempel post card berwarna-warni misalnya atau melipat halaman yang dirasa penting (sesuai selera). Gunanya untuk memberikan tanda agar memudahkan pindah halaman yang dimaksud. 

Apa aja yang ditandai? 
Misalnya halaman pertama tiap bab-nya. Atau letak teori-teori yang dipakai. Pokoknya bagian-bagian yang menurut kamu itu penting dan menurut feeling itu bakal ditanyain penguji. 

4. Koreksi!

Lakukan koreksi terhadap TA walau sudah dijilid rapi dan siap uji. Karena ternyata setelah sidang dibuka oleh dosen pembimbing, beliau akan memberi kesempatan untuk mengatakan mana-mana saja yang salah dan kita dipersilakan untuk membetulkannya. Misalnya ada buku yang tertinggal tidak masuk dalam daftar pustaka, atau ada kata-kata yang typo (salah ketik). Sehingga nanti kesalahan-kesalahan itu tidak akan dibahas dalam sidang dan hanya akan jadi revisi pribadi.

5. Ngotot!

Nah! Ini keahlian yang butuh nyali lumayan gede. Biasanya nih, dosen udah ngerti maksud tulisan kamu. Tapi beliau cuma pengen tahu penjelasan kamu gimana. Makanya bakal ada pertanyaan yang sengaja diputer-puter, padahal sebenernya itu pertanyaan simpel. Tujuannya cuma satu: pengen tahu kamu paham dan konsisten apa nggak sama pernyataan awal.

Contoh:
P (Penguji): "Tadi dari penjelasan kamu, ada opini yang disebut kontra dan ada yang disebut negatif. Sebenernya kontra itu artinya apa sih?"
M (Mahasiswa) : "Kontra itu menentang. Jadi maksud saya, opini yang bersifat kontra adalah opini yang menentang adanya kebijakan tersebut."

Aku pikir bakal selesai sampai di sini dan ganti pertanyaan lain, ternyata lanjut teruuus...

P : "Lalu di sini ditulis opini yang bersifat kontra jika diaplikasikan terhadap sikap akan muncul demo, dll. Kontra, tapi kok jadinya demo?"
M : (mikir, lah tadi uda dijelasin kalo kontra itu menentang) "Iya bu, karena opini yang bersifat kontra itu berarti menentang kebijakan, jadi ketika diaplikasikan terhadap tindakan, muncullah demo yang tujuannya menyuarakan ketidaksetujuan tersebut dan bahkan mengajak orang lain untuk sepaham dengan mereka."

Sudah mengerti kan maksudku? Penguji hanya ingin kamu bisa mempertahankan pernyataan awalmu. Jadi intinya, ngotot aja! Kalau kamu pikir kamu bener, pertahanin pernyataan itu. Jangan malah kelihatan mikir lama dan goyah. 

6. Pokoknya jawab! 

Apapun pertanyaan yang diajuin dosen penguji, jawab aja! Jangan sampe kamu diem lama buat mikir. Itu bakal ngurangin penilaian mereka. Kalau kamu bener-bener nggak ngerti sama yang ditanyain (biasanya seputar teori yang diaplikasikan pada konsep penelitian), jangan sekali-sekali bilang nggak tahu. Utarakan aja yang kamu tahu. Kalau penguji bosen sama jawaban kamu yang muter-muter, mereka bakal skip ke pertanyaan selanjutnya kok. Yang penting kamu ada usaha untuk jelasin. Nah kalau uda di-skip gitu, senyum-senyum aja biar cairin suasana tegang.

Kira-kira kayak gitu suasana di dalem ruang sidang TA. Tinggal bagaimana kalian semua menghadapinya. Usahain rilex aja. Tapi bukan berarti santai-santai lho ya. Tetep usaha maksimal. Bayangin sidang itu serem banget! Jadi kalau kenyataannya sidang kamu mulus-mulus aja, itu bonus. Daripada kebalikannya kan?

Nah kalo persiapan kamu udah mateng dan mental udah siap banget, mau dapet dosen se-killer apapun nggak jadi masalah. Babat habis!

Semoga tips yang aku tulis bermanfaat buat para pejuang TA yang udah deket sama sidang. Semangat!

NB: mungkin di tiap universitas, punya peraturan dan kebiasaan yang berbeda-beda. Tapi paling nggak secara garis besarnya sama.

Aaaaargh Tikus!

source: disini
Kalian sering lihat ada tikus mati yang dibuang di jalan-jalan? Tujuannya apa ya kira-kira?

Tikus memang hewan yang membawa banyak penyakit sehingga harus dibasmi dan dijauhkan dari rumah. Penyakit apa saja yang dibawanya? Ini dia:

1. Penyakit pes yang disebabkan oleh Yersinia pestis ditularkan oleh kutu tikus.
2. Penyakit salmonellosis yang disaebabkan oleh bakteri Salmonella, meracuni makanan dari kotoran tikus.
3. Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh leptospira icterohaemorrhagiae, ditularkan melalui air atau benda yang tercemar atau terkena urine tikus.
4. Hantavirus/Demam berdarah korea disebabkan oleh virus hantavirus yang penyebarannya melalui kotoran, urine, cairan tubuh atau terkontaminasi langsung.
5. Penyakit rabies yang disebabkan oleh gigitan tikus atau nyingnying.
6. Lyme Disease dan Rickettsiae pox disebabkan oleh bakteri borrelia burgdorferi dan rickettsiae bacteria yang cara penularannya melalui gigitan tungau dari tikus.
7. Demam digigit tikus disebabkan oleh Spirillium minus dan Strreptobacillus minilifomis yaitu bakteri yang tersembunyi dimulut dan hidung tikus.
8. Tricinosis penyakit yang disebabkan cacing Trichinella Spiralis cara penularannya tidak langsung dengan cara memakan hewan pemangsa tikus.
9. Murine typhus yang disebabkan oleh penyakit Rickettsiae Mooser cara penularanya melalui sisa hancuran tubuh pinjal, terinfeksi lewat luka akibat luka akibat garukan.

Nah!  Makanya nggak heran kalau banyak orang yang membunuh tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka dan bermaksud menyingkirkan bangkai tikus sejauh-jauhnya. Tapi seringkali aku lihat bangkai-bangkai tikus itu dibuang di jalan-jalan beraspal, baik yang dibungkus plastik terlebih dahulu maupun tanpa bungkusan apa-apa. 

Bahkan setiap hari, ada saja bangkai baru yang aku lihat di sepanjang jalan rumah-kampus. Menjijikkan? Pasti. Coba aja bayangin tubuh tikus itu terlindas kendaraan-kendaraan yang lewat sehingga organ-organ dalamnya terburai sedemikian rupa. Mungkin maksudnya adalah agar bangkai tersebut akan hilang dengan sendirinya karena gepeng dan hancur terlindas kendaraan. Tapi pernahkah berpikir bahwa bangkai tikus yang dibiarkan di tempat terbuka justru akan berbahaya menyebarkan penyakit? Atau pernahkah membayangkan organ-organ tubuh tikus akan menempel di ban kendaraan yang melindasnya dan ikut terbawa ke rumah pemilik kendaraan? Bukankah itu justru akan membahayakan orang lain?

Bandingkan jika kita mengubur saja bangkai tersebut. Bukankah itu sama aja fungsinya, yaitu menghilangkan bangkai tikus. Coba cari tanah di kawasan yang sekiranya tidak mengganggu, misal di dekat lapangan rumput atau tanah dekat selokan.

Coba peduli pada lingkungan, bukan hanya kepentingan diri sendiri...

Referensi: