Alhamdulillah Lulus CPNS 2014


Tahun 2014 yang lalu, diadakan penerimaan CPNS besar-besaran. Dibuka ribuan formasi untuk berbagai jurusan dan tingkat pendidikan, untuk mengisi kekosongan formasi di pemerintah kota/kabupaten, provinsi, sampai pemerintah pusat. Berapa jumlah pelamar? Jangan ditanya. Tentu saja jauuuuuh lebih banyak dari jumlah orang yang dibutuhkan. Dan saya menjadi salah satunya.



Sebenarnya menjadi PNS bukanlah cita-cita saya. Tapi mengikuti seleksi penerimaan CPNS ini juga tidak bisa dibilang iseng. Mungkin di lain kesempatan akan saya ceritakan lebih banyak tentang alasan saya mengikuti seleksi CPNS tahun 2014. 

Tidak banyak yang tahu saya mengikuti seleksi CPNS. Karena memang saya sengaja diam-diam mengikuti setiap prosesnya. Tapi percayalah, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak secepat mengedipkan mata. Melainkan sebuah perjuangan berdarah-darah yang menguras energi dan waktu, serta tentunya pikiran dan juga hati. #Tsaaah ke-lebay-an ini boleh diabaikan.

Sebut saja saya beruntung. Beruntung karena baru pertama kali ikut tes CPNS dan langsung lulus. Beruntung karena di tahun 2014, penerimaan CPNS sudah mengalami banyak perbaikan dan bisa dibilang sudah lebih transparan. Beruntung karena di seleksi CPNS Kemnakertrans 2014 (sekarang berubah nama menjadi Kemnaker), tidak ada Tes Kompetensi Bidang (TKB), sehingga hanya mengandalkan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD). Tapi di balik keberuntungan-keberuntungan itu, ada perjuangan yang sangaaaat panjang. Dan saya bakal cerita sedikit tentang perjuangan kemarin itu.

Memilih Formasi



Ada kebijakan baru di tahun 2014. Peserta hanya boleh mendaftarkan diri di satu instansi (tidak boleh nyabang di instansi lain). Yang diperbolehkan adalah nyabang formasi. Itu pun harus berada di instansi yang sama dan jika background pendidikan yang dibutuhkan formasi tersebut juga sama.


Di sinilah saya mulai atur strategi. Pembukaan pendaftaran sekaligus pengumuman list formasi yang dibutuhkan instansi-instansi tersebut tidak serentak, sehingga update informasi setiap hari udah jadi harga mati buat saya. Saya follow twitter @panselnas agar tidak ketinggalan informasi. Saya juga buka web panselnas.menpan.go.id setiap hari.

Setelah itu, secara berkala saya mencatat semua formasi yang sesuai dengan background pendidikan saya. Lengkap dengan rencana penempatannya dan berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk formasi tersebut. Dan tidak lupa juga mencatat tanggal penutupan pendaftaran.


Ini hanya sebagian. Total ada 20 instansi yang membuka lowongan formasi dengan background pendidikan yang sesuai dengan saya.

Dari sekian banyak formasi yang sesuai, memilih salah satunya bukanlah perkara mudah. Perlu strategi juga. Saya memilah-milah mana formasi yang penempatannya di pusat (Jakarta) atau kalau pun di daerah, masih dalam pulau Jawa (agar tidak terlalu jauh dari orangtua). Selain itu, saya melihat background pendidikan yang dibutuhkan. Ada formasi yang membuka lowongan untuk D3 semua jurusan, D3 jurusan sospol, dan D3 jurusan hubungan masyarakat. Saya masuk di tiga kategori tersebut. Tapi kemudian saya berpikir, jika lebih mengerucut (D3 Humas), tentunya pesaing pun akan lebih sedikit, dan kesempatan lolos jadi lebih besar. Begitulah saya menentukan pilihan. Pilhan ini berisiko sebenarnya, karena ketika saya memilih formasi ini, berarti saya hanya menggantungkan harapan pada satu pilihan, apalagi formasi ini hanya membutuhkan satu orang. Tapi bukankah hidup memang penuh risiko?

Dilema juga saat satu per satu instansi menutup pendaftaran. Berdoa terus semoga saya tidak salah menentukan pilihan.

Mengirimkan Berkas untuk Seleksi Administrasi


Saat itu berkas-berkas yang dibutuhkan antara lain:
- Tanda bukti pendaftaran CPNS (download dan cetak sendiri)
- Legalisir ijazah + transkrip nilai
- Fotokopi KTP
- Pas foto ukuran 3x4 berwarna sebanyak 2 lembar

Pada tahap ini pun saya menemui beberapa kendala. Salah satunya yaitu printer di rumah macet, tintanya tidak mau keluar. Terpaksa harus nge-print di luar. Ini juga bikin galau. Kalau nge-print di luar, berarti harus menyimpan dulu file-nya di flashdisk dan tidak jarang flashdisk dipenuhi virus begitu pulang (ceritanya trauma karena laptop pernah terserang virus ganas dan file-file di dalamnya tidak selamat). Muncullah ide untuk nge-print di warnet. Caranya, saya simpan file itu di draft email. Pikirnya sih, begitu di warnet, bisa langsung di-print dari bilik sendiri. Ternyata butuh flashdisk juga. Jadilah saya meminjam flashdisk milik mbak penjaga warnet. Malah ribet sendiri! Belum lagi saya harus memastikan kalau setelah di-print, file saya itu dihapus dari flashdisk dia. Huft! 

Setelah urusan nge-print beres, saya menata berkas-berkas di sofa ruang tunggu warnet. Maksudnya sih biar sekalian ke kantor pos. Tapi ternyata saya tidak membawa paper clip dan saya baru sadar kalau belum membuat surat lamaran + CV (tidak tahu dua ini sebenarnya dibutuhkan atau tidak, tapi saya pakai juga akhirnya). Jadilah saya balik lagi ke rumah. Setelah memastikan semua benar-benar lengkap dan rapi, baru besoknya (16 September 2014) saya kirim ke kantor pos. Disertai doa agar berkas-berkas ini sampai dengan selamat di kantor kementerian.


Di akhir bulan Oktober 2014 hasil seleksi administrasi diumumkan. Alhamdulillah lulus! Tapi saya harus menunggu lagi untuk jadwal tes selanjutnya.


Persiapan untuk Tes Kompetensi Dasar (TKD)


Sejak digembar-gemborkan akan adanya pembukaan pendaftaran CPNS menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test), saya sudah mencari buku berisi kumpulan soal persiapan CPNS di Gramedia. Ternyata buku seperti itu buanyaaak. Sampai bingung harus pilih yang mana. Setelah mengintip isi dari beberapa buku (yang memang sudah terbuka segelnya, ya. Saya tidak membuka sendiri), akhirnya terpilihlah buku di bawah ini. Pertimbangannya adalah kumpulan soal yang lumayan banyak, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan, bonus CD simulasi tes CAT, serta janji muluk di covernya, hehe. Harganya Rp 113.000. Lumayan menguras kantong.

Karena persiapan ini termasuk awal, saya jadi memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari soal-soal yang ada di buku. 


Bukan promosi, ya!
24 November 2014. Nama saya tercantum sebagai peserta untuk mengikuti TKD di BBLKI Surakarta, pada sesi I (pukul 07.00 WIB). Setelah ada jadwal pasti, saya lebih rutin belajar. Selain dari buku kumpulan soal, saya juga menginstal simulasi tes CAT dari CD yang menjadi bonus buku, serta latihan dari simulasi-simulasi yang banyak disediakan di internet (rajin-rajin browsing). Lumayan untuk melatih kelincahan otak dan tangan agar tidak kaget-kaget amat saat mengikuti tes.

Hari yang ditunggu datang juga. Saya berangkat subuh-subuh naik bus ke Solo. Perjalanan Ungaran-Solo makan waktu kurang lebih 2 jam. Sempat was-was juga bakal tepat waktu atau tidak sampai di sana. Alhamdulillah pukul 06.45 saya sudah stand by di lokasi. 

Pukul 07.00 lebih sedikit, peserta diarahkan untuk berbaris guna diperiksa kesesuaian kartu tanda peserta CPNS dengan identitas di KTP. Setelah itu, seluruh peserta dikumpulkan dalam satu ruangan untuk menonton video simulasi pengerjaan tes CAT (video diulang berkali-kali dan petugas melayani pertanyaan dari peserta yang kurang paham). Di tahap ini, peserta masuk ke ruangan hanya dengan membawa KTP asli. Tas dan ponsel harus dititipkan (aman kok). Harus taat peraturan, karena kalau ketahuan bawa ponsel di ruang tes, akan didiskualifikasi. 

Saat masuk ruang tes, saya mendapat tempat paling depan, pojok pula. Ini juga keuntungan bagi saya. Saya jadi fokus sama diri sendiri. Tanpa harus terdistraksi oleh gerakan peserta-peserta lain. Disediakan satu perangkat PC, selembar kertas HVS, dan pensil yang sudah diraut (untuk coret-coret saat mengerjakan soal matematika) untuk setiap peserta. Aplikasi CAT yang disediakan bagus. Simpel dan mudah penggunaannya. 

Tidak ada kesempatan untuk tengok-tengok kanan-kiri, apalagi mensontek. Selain karena soal yang berbeda (dengan bobot yang sama tentu saja) antara satu peserta dengan peserta lainnya, juga karena membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengerjakan tiap soalnya. Saya sendiri yang agak lemah dalam hafalan, sedikit merasa kesulitan ketika mengerjakan bagian Tes Wawasan Kebangsaan. Jadi terpaksa meninggalkannya sejenak untuk dikerjakan belakangan. Alhamdulillah tetap terjawab semua. Yeah!

Selesai mengerjakan soal-soal, aplikasi CAT langsung menampilkan skor saya: 341. Meski tidak terlalu tinggi, tapi Alhamdulillah di atas passing grade! Puji syukur kepada Allah saya lafalkan berkali-kali sepeninggal ruangan itu. Yang saya lakukan selanjutnya adalah berdoa banyak-banyak. Apalagi karena belakangan saya baru tahu bahwa skor yang saya dapat tidak ada apa-apanya. Yang lebih tinggi buanyaaak. Bahkan ada yang tembus angka 400. 

Pengumuman Lulus CPNS


Hopeless. Itu yang saya rasakan saat Kemnakertrans tak kunjung mengumumkan hasil TKD setelah berbulan-bulan. Padahal instansi-instansi lain bahkan sudah mengadakan TKB. Rasanya sudah pasrah saja dan tak ingin terlalu menanti. Sebenarnya penantian lama ini juga bisa dibilang sebagai TKB dari Kemnakertrans. TKB = Tes Kesabaran Bersama.  

Saya kembali wira-wiri mencari pekerjaan lain, interview sana-sini, tapi tetap memanjatkan doa agar keajaiban tetap berpihak pada saya.

Tanggal 11 Februari 2015, akhirnya pengumuman itu tercantum di web dan twitter Kemnakertrans. Sore itu, tangan ini gemetar hebat saat men-download file hasil seleksi CPNS. Jumlahnya dua file PDF. Satu file berupa hasil TKD, satunya lagi berupa daftar peserta yang lulus CPNS 2014. 

File hasil TKD yang saya buka lebih dulu. Saya bisa saja langsung memasukkan nama saya dalam kotak search. Tapi saya lebih memilih men-scroll halaman demi halaman dengan jantung melompat-lompat nggak karuan. Begitu sampai pada formasi yang saya lamar, ternyata nama saya berada di urutan teratas dari total 12 orang peserta. Alhamdulillah!



Saya meneriakkan syukur Alhamdulillah dan membuat Mama, Papa, dan adik saya, berkumpul di depan laptop. Setelah itu barulah saya membuka file peserta yang lulus CPNS untuk memastikan benar nama saya ada di sana. Senyum bangga Mama dan Papa menjadi hadiah terindah saat itu.




Pemberkasan 


Diberi waktu kurang lebih 12 hari (belum dipotong sabtu, minggu, dan satu tanggal merah) untuk mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Cukup hectic juga pada tahap ini. Mungkin saya bakal cerita di postingan terpisah saja, karena postingan ini sudah terlalu panjang, hehe (semoga tidak lupa).


Akhirnya! Akhirnya perjuangan saya terbayar dengan kebahagiaan. Mungkin inilah jawaban mengapa saya menganggur begitu lama. Mungkin Allah sedang menguji kesabaran saya. Mungkin Allah juga sedang memberi saya waktu untuk mempersiapkan segalanya dengan baik. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah! Terima kasih, Ya Allah! Saya sangat bersyukur atas rezeki-Mu ini! Semua ini murni karena usaha saya, doa keluarga dan sahabat-sahabat saya, dan pastinya juga berkat kuasa-Mu. Semoga rezeki ini berkah. Aamiin. Hidup JUJUR!!!


Rezeki tak pernah salah alamat. Tinggalkan jauh-jauh kata 'menyerah'! Percayalah bahwa usaha keras dan doa yang tulus akan menghasilkan kisah yang indah.

Bersenang-Senang dengan E-Book MFF (Ke)Dua

(Image source: here)

Monday Flash Fiction, grup kepenulisan kesayangan saya, berulang tahun yang kedua. Gegap gempita seluruh member mewarnai perayaannya. Kami beramai-ramai mempersembahkan sebuah FF terbaik, yang bisa dinikmati bersama. 

Saya merasa beruntung, karena bukan hanya bisa memberikan kado FF, tapi juga mendapatkan kehormatan untuk menyusun tata letak isi dan melakukan proofread terhadap tulisan teman-teman. Terima kasih pada Mbak Carolina Ratri yang telah memberikan kesempatan berharga itu pada saya.

Saya belajar. Saya bersenang-senang. Ketika menemukan kata baru yang sekiranya saya tidak tahu artinya, atau ketika menemukan penulisan sebuah kata yang tidak biasanya, saya segera membuka KBBI Online. Untuk mencari penjelasan tentang arti kata tersebut dan cara penulisan yang benar. Selain EYD, saya juga memeriksa dialog, penggunaan 'di' (sebagai awalan dan kata depan), tanda baca, dll. Tulisan teman-teman sebagian besar sudah rapi, jadi pekerjaan saya tak terlalu berat.

Doodle kece di awal postingan ini adalah cover e-book, hasil kreasi dari teman saya juga, sesama member MFF (Ya! MFF berisi orang-orang keren!). Namanya Widiarsa Wuwie.

Terlepas dari itu semua, tetap saja Mbak Carra memiliki andil yang besar untuk memoles tata letak isi dan hasil proofread saya, serta doodle Widi menjadi sebuah karya utuh yang bakal kalian baca ini. Makasih, Mbak Carra ...

Nah, kabar gembiranya, e-book ini bisa di-download GRATIS! Karena tujuannya memang untuk bersenang-senang bersama. Kalian bisa men-downloadnya melalui dropbox dan g-drive. Cekidot!

Selamat menikmati petualangan membaca 29 FF 251 kata dari 29 member MFF! Endingnya? Tak perlu ditebak! Biarkan menjadi kejutan yang bisa membuat kalian tersentak bahagia. Setelah membacanya, boleh lho tinggalin kesan di kolom komentar di bawah. Selamat membaca ^^

Surat untuk MFF Kesayanganku

http://mondayflashfiction.blogspot.com/

Dear MFF,

Selamat ulang tahun yang kedua yaaa. Meski udah ngucapin di twitter dan FB, rasanya kurang afdol kalau belum kirim surat juga. 

Di umurmu yang masih dua tahun ini, kamu udah kece banget, sih. Jadi ngebayangin pertumbuhanmu beberapa tahun ke depan. Mungkin membermu sudah jadi penulis-penulis ternama (eciye...), atau penulis-penulis ternama mulai melirikmu dan tertarik untuk bergabung, atau kamu udah gedeeee banget, terus bikin kopdar akbar, atau gabungan kesemuanya. Pasti seru! Ayo aminin bareng-bareng...

Oiya, jadi pengin inget-inget gimana kita bisa ketemu dulu. Jujur aku lupa tanggal tepatnya aku bergabung denganmu. Yang aku inget, kira-kira setahun yang lalu. Saat itu aku yang masih baru-baru nulis FF di blog, nekat ikut proyek menulis #FF100Kata yang dibuat Sindy Shaen dan Kak Nazta. Di situlah aku ketemu Mama kamu (Mbak Carra) dan kenalan. Pas aku liat TL twitternya, banyak update-an tentang kamu. Makanya aku penasaran. Akhirnya berkunjung deh ke rumah kamu dan tanpa banyak mikir, memutuskan untuk bergabung. Setelah mengirim pesan via inbox FB dan menjawab segala pertanyaan, kamu menerimaku. Ah senangnya ...

Aku juga lupa prompt pertama yang aku ikuti itu yang mana. Tapi aku inget banget, aku ikut meramaikan ultah pertamamu. Kalau kamu juga lupa, coba baca tulisanku yang ini. 

Bersamamu aku belajar banyak hal. Mulai dari teknik penulisan, menggali ide, memperhatikan logika cerita, sampai menguatkan mental terhadap kritikan. Semuanya menyenangkan. Aku pun mengenal banyaaak sekali orang baru, yang semuanya sudah seperti keluargaku. Mereka semua nggak pernah pelit ilmu, juga sangat ramah. Di rumahmu, aku bisa melupakan semua beban dan masalah.

Kau bahkan memberiku kesempatan untuk menjadi PIC Fiksimini, meski aku belum memiliki kemampuan di bidang itu. Beruntung Mamamu, Daeng Harry Irfan, dan Junior bersedia membimbingku pelan-pelan.

Oiya, aku punya kedua bukumu lho, Best of Monday Flash Fiction dan Dunia di Balik Pintu Kayu. Buku yang terakhir aku sebut adalah hasil dari MFF Idol 1, kan? Tulisannya keren-keren! Waktu baca-baca itu, aku bergumam, "Berikutnya, tulisanku juga harus masuk di bukumu selanjutnya." 

Dan kamu pasti tahu hal ini. Aku masih bertahan di MFF Idol 2. Jadi keinginanku untuk ikut berkontribusi di buku selanjutnya semakin dekat. Semua karena dukunganmu dan teman-teman semua. Doakan kami berdelapan selalu melakukan yang terbaik, ya. Agar juri-juri pusing menilai tulisan kami.

Aku berharap, teruslah bertahan dan berkembang. Suatu saat kita pasti akan benar-benar bertatap muka dalam suasana yang bahagia. Bersama dengan seluruh member lainnya.

Love you MFF ...

Your love,
Dita

Lahirnya Antologi Pertama dan Kedua


Haiiiii...

Akhirnya bulan Juli ini aku bikin postingan blog lagi. Setelah hampir sebulan menelantarkan blog ini. :D
Eng... kali ini aku mau pamer nih ceritanya.

TULISANKU AKHIRNYA NONGOL DI BUKU! *capslok jebol*

Maklumin aja ya kalau aku sedikit lebay dan norak. Ini adalah langkah awalku mewujudkan mimpi sebagai penulis. #ceileh

Nah, aku mau cerita sedikit nih mengenai behind the scene-nya.

1. LOL (Legenda oh Legenda)

November 2013 - Berawal dari sebuah tweet milik mas @Momo_DM yang menanyakan, adakah followersnya yang berminat mendekonstruksi cerita rakyat/legenda di Indonesia menjadi flash fiction bergenre komedi. Bukan hanya itu, flash fiction yang dibuat juga dibatasi jumlah kata: 123 kata, tidak boleh kurang maupun lebih (karena project ini bernama #FFKomedi123Kata).

Aku yang saat itu lagi semangat-semangatnya nulis dan memburu writing project apapun yang kira-kira bisa aku ikuti, merasa tertantang membaca tweet Masmo tersebut. Sehingga aku pun menyatakan kesanggupan untuk ikut dalam project yang diadakan Masmo. 

Sebuah email penjelasan mengenai project tersebut akhirnya sampai di emailku, berikut jadwal dan pembagian legenda yang harus didekonstruksi. Aku membaca dengan seksama dan meyakinkan diri sendiri untuk bisa disiplin mengikuti aturan mainnya.

Mendekonstruksi legenda ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Perlu memutar otak dengan keras untuk mengobrak-abrik sebuah legenda, menjadikannya cerita baru bergenre komedi, dengan tetap mempertahankan garis besar cerita, sehingga pembaca tetap bisa mengenali cerita asli legenda tersebut (walaupun nggak jarang, kirimnya mepet-mepet deadline).

Kurang lebih ada 19 orang dengan kepribadian yang beraneka ragam yang menjadi kontributor project yang berjalan selama sebulan penuh ini. Salut pada Masmo yang dengan sabarnya mengingatkan kami semua untuk menyetor tulisan tepat pada waktunya. Terima kasih mas! 

Perjuanganku ternyata memperoleh hasil yang baik. Aku terpilih menjadi Terbaik I. Yeay! Terima kasih untuk Masmo, Mas Aul, dan Mbak Melctra untuk hadiahnya :D


Itu belum seberapa, hadiah yang lebih besar adalah live-nya buku LOL (Legenda oh Legenda) yang merupakan hasil seleksi tulisan-tulisan #FFKomedi123Kata. Total ada 123 flash fiction yang tentunya mampu mengocok perut pembacanya, dan 8 flash fiction di antaranya adalah tulisanku, lho. *narsis dikit*

Penampakan bukunya dan salah satu tulisanku

Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa memesannya di web nulisbuku, seharga Rp 40.000.

Seluruh royalti hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk adik-adik kita di SD filial yang ada di daerah terpencil di wilayah Lombok, melalui komunitas @ONOFFLombok yang sedang mengadakan kegiatan sosial Share for Care, yaitu pengajaran Bahasa Inggris gratis bagi mereka.

Jadi, selain dihibur dengan tulisan-tulisan komedi yang ada di buku ini, kamu juga ikut menyumbang untuk senyum adik-adik kita di Lombok. Asyik kan? 

2. Yang Bisa Terjadi Ketika Jarak Memisahkan

Berawal dari sebuah writing project bernama #ProjectTentangKita dari Mbak @RedCarra, yaitu membuat cerpen dan flash fiction yang dikembangkan dari lagu-lagu Kla Project (penggalan lagu pun masuk dalam cerita).

Aku memang tidak sepenuhnya nge-fans sama Kla Project, tetapi tahulah beberapa lagunya, karena memang enak di telinga. Tapi aku tetep mau menantang diriku sendiri untuk ikut dalam writing project ini. 

Walaupun nggak jadi pemenang, tapi aku tetap merasa bangga bisa ikut terpilih dan masuk dalam antologi ini. Awalnya hasil dari project ini berupa e-book (untuk FF bisa di-download di sini, untuk cerpen bisa di-download di sini), tetapi kemudian untuk yang cerpen, juga diterbitkan dalam bentuk buku. Senangnya... 

Terima kasih Mbak Carra... *kecup*

penampakan bukunya
tulisanku, hehe

Buku ini bisa kamu pesan di web nulisbuku, seharga Rp 42.000.

Seluruh royalti hasil penjualan buku ini juga akan disumbangkan untuk mendukung kegiatan komunitas Save Street Children, yaitu organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak marjinal yang memiliki akses pendidikan minim supaya menjadi generasi penerus bangsa, dengan bekal yang memadai: pendidikan dan teman baik. Untuk mengetahui lengkapnya, bisa berkunjung ke webnya atau akun twitter @savestreetchild.

Kapan lagi bisa menikmati kumpulan cerpen dengan rangkaian diksi indah, sekaligus membantu adik-adik kita untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Apalagi kalau kamu penggemar Kla Project, buku ini layak dijadikan koleksi!

***

Menyenangkan rasanya tulisanku bisa masuk dalam 2 antologi di atas. Semoga aku semakin ketagihan menulis dan doakan buku soloku segera terbit. Aamiin...

Oya, sekali lagi: JANGAN LUPA PESAN 'LOL' DAN 'YANG BISA TERJADI KETIKA JARAK MEMISAHKAN' DI NULISBUKU YA....

Terima kasih *tebar sejuta kecup*

Liebster Award 2014


Aku seringkali melihat link postingan Liebster Award seliweran di TL twitter. Tapi tidak menyangka bahwa blogku pun akhirnya juga mendapatkan, sekaligus 2 malah. Seneng? Iya dong. Tujuan Liebster Award kan untuk mempromosikan blog (followers di bawah 200) sekaligus agar saling mengenal sesama blogger. Mengingat followers blogku yang baru berjumlah 11, ini menjadi jalan yang baik untuk membuat blogku lebih dikenal. Terima kasih untuk Rizki Wulandari dan Fandhy Ahmad Romadhon yang sudah menominasikanku *jabat tangan kenceng*

Ini dia aturan main Liebster Award:
(1) Sampaikan terima kasih untuk orang yang telah menominasikan kamu dengan cara menautkan link hidup yang mengarah pada blog orang tersebut pada postingan Liebster Award kamu.
(2) Tampilkan banner Liebster Award dalam postingan.
(3) Sebutkan 11 fakta tentang diri kamu. 
(4) Jawab 11 pertanyaan yang diajukan untukmu.
(5) Nominasikan 5-11 blog yang pantas mendapatkannya (usahakan blog dengan jumlah followers kurang dari 200).
(6) Buat pertanyaan baru untuk blog yang kamu nominasikan.
(7) Cantumkan aturan main Liebster Award (boleh copas dari sini).
(8) Informasikan pada pemilik blog bahwa kamu menominasikannya dalam Liebster Award.

Aturan main sudah, berarti saatnya aku memberikan 11 fakta tentang diriku. Oke baiklah...
(1) Aku adalah seorang Arian yang lahir pada tanggal 2 April. Bagi yang ingin mengirim kado buku, bisa menghubungiku via twitter/email. *digetok*

(2) Suka banget sama kucing. Dan paling jijik sama kecoak, apalagi kecoak terbang. Hiii...

(3)

(4) Paling suka menghabiskan waktu untuk membaca buku, blogging, atau nonton film.

(5) Suka makan! Alhamdulillah aku punya badan yang susah gemuk. Jadi makan seberapa banyak pun nggak ada masalah, hehe. Suka banget sama seafood, nasi padang, makanan Jepang, terong balado, onion ring, kangkung tauco, sup jagung, dll *kemudian laper*

(6) Seorang introvert. Senang berada di tengah keramaian, selama tidak dikenali di situ, karena aku senang mengamati tingkah laku orang banyak. Dan sebaliknya, tidak suka berada di tengah keramaian orang-orang yang mengenaliku, misalnya kumpul keluarga besar, reuni, atau apapun. Lebih banyak basa-basi yang tentu saja tidak kukuasai.

(7) Sedang merintis usaha toko buku online yang menjual buku baru ataupun kolpri (koleksi pribadi) di twitter, namanya @GDbooks_ *promosi dikit*

(8) Lebih suka menuangkan ide/unek-unek/kegelisahan lewat tulisan dibanding lewat lisan. Menyisipkan ide/unek-unek/kegelisahan tersebut pada sebuah cerita fiksi itu seru! Lebih nyaman rasanya, daripada menuliskannya semacam diary.

(9) Seringkali dikira anak kecil (usia SMP-SMA) karena ukuran tubuh dan wajah yang kekanak-kanakan. Hahahaha berarti aku awet muda hahaha.

(10) Lulus D3 Hubungan Masyarakat di Universitas Diponegoro Semarang, Oktober 2013, dengan IPK 3.65. Ada yang mau kasih info lowongan kerja?

(11) Selalu menyimpan keinginan untuk bisa menerbitkan buku. Aamiin...

Aku akan menjawab pertanyaan yang diajukan Rizki terlebih dulu ya, ini dia:
(1) Mengapa kamu menjadi seorang blogger? 
Duh, kenapa ya? Awalnya iseng aja sih. Lama-kelamaan jadi semacam candu. 

(2) Apa kisah atau arti dibalik nama blog kamu?
didotanindita - Didot adalah nama panggilanku saat SMA (aku lupa gimana asalnya dipanggil gitu), sedangkan Anindita adalah nama depanku. Kalau disatuin, aku seneng aja bacanya. Nggak ada arti khusus.

(3) Sejak kapan kamu nge-blog?
Blog ini terbentuk pada 5 Agustus 2011. Tapi selama 2 tahun pertama, aku masih males-malesan bikin postingan. Juni 2013 baru aku mulai aktif nge-blog.

(4) Pertama kali nge-blog, kamu menulis tentang apa?
Hahaha. Jujur, aku bikin blog karena ikut-ikutan temen waktu itu (sekarang dia udah nonaktif dari dunia blog). Saat itu, lagi demamnya Raditya Dika. Jadilah tulisan-tulisan awalku bertema komedi yang lebih terkesan maksa daripada lucu, hahaha. Aku sengaja nggak menghapusnya. Biarlah jadi kenang-kenangan.

(5) Siapa blogger favorit kamu?
Putri Widi Saraswati - diksi yang dia mainkan dalam tulisannya seringkali bikin aku jatuh cinta. Apalagi dia juga suka memasukkan kritik sosial dalam cerita-cerita fiksinya. Tulisannya cerdas. Pengin baca juga? di sini

(6) Gambaran dirimu dalam 3 kata?
Introvert. Simpel. Pemikir.

(7) Apa yang kamu lakukan di waktu luang?
Baca buku, blogging (nulis cerita fiksi atau review buku atau apapun selain menulis diary), renang, nonton film.

(8) Tuliskan 2 hal yang paling sulit kamu lakukan di dunia ini?
Berbicara di depan umum dan melupakan hal-hal yang menyakitkan.  

(9) Siapa saja orang yang telah menginspirasi hidup kamu?
Mama. Beliau adalah inspirasi terbesarku. Kesabarannya dalam menghadapi masalah apapun, serta keikhlasannya membuatku bangga sekaligus heran, ternyata masih ada orang yang memiliki hati sebesar beliau. Selain itu, mama pinter masak. Semoga bakat dan keahliannya menular padaku. Aamiin.

(10) Apa saja 4-5 barang yang gak pernah kamu lupa bawa kemanapun kamu pergi?
Handphone, dompet, notes kecil, bolpoin, dan tisu.

(11) Tuliskan pencapaian yang ingin kamu capai di tahun 2014 ini?
Berhasil menyelesaikan naskah novel pertamaku dan bisa membuatnya tembus ke penerbit mayor. Mari bantu untuk mengamini. Aamiin...

Oke, sekarang aku akan menjawab pertanyaan dari Fandhy Ahmad Romadhon:
(1) Bagaimana pendapat kalian tentang blog saya ( My Blog ) ?
Desainnya simpel, enak dilihat dan dibaca. Tulisan-tulisanmu juga seru buat diikuti ^^ 

(2) Dalam waktu seminggu, berapa banyak postingan blog yang bisa kalian buat ?
Aku pernah ikutan proyek "Cerita dari Kamar" gagasan Bernard Batubara. Aturannya adalah membuat postingan mengenai barang-barang yang ada di kamar. Satu hari satu barang. Dan aku bisa mengikutinya sebulan penuh. Jadi dalam seminggu aku bisa mencapai 7 postingan. Itu yang paling banyak sepertinya. 

(3) Pilih mana, Syahrini atau Ashanty ? <~~ Pertanyaan ngaco -_-
eng... *mikir keras* *memutuskan abstain* 

(4) Selain ngeblog, apa hobi kalian ?
Baca buku, nulis, makan, renang, nonton film. 

(5) Apakah saya termasuk idola kalian ? Kalo tidak, siapakah idola kalian ? Haha pertanyaannya ngaco lagi.
Hahahaha. Kalau aku bilang kamu adalah idolaku, aku bakal dapet apa? Idolaku tentu saja mama. Hmmm... alasannya bisa dilihat di atas (pertanyaan nomor 9 dari Rizki). 

(6) Moment apakah yang pernah kalian dapet dari ngeblog ? Ya bisa tentang prestasi, ataupun moment yang lainnya. Terserah kalian.
Aku pernah beberapa kali menang dari kompetisi menulis di blog. Bukan soal hadiahnya, sebenarnya. Tetapi lebih ke kepuasan batin kalau ada yang mengapresiasi tulisanku, gitu. Dari blog juga aku banyak mengenal teman-teman baru sesama blogger. Yang pasti dengan nge-blog, aku mengasah kemampuan menulisku. 

(7) Punya cita-cita kan? Kalo punya, cita-cita kalian itu mau jadi apa ?
Punya dong! Jadi penulis buku bestseller dan owner toko buku besar sekelas atau bahkan lebih besar dari Gramedia. Aamiin... 

(8) Kalo suruh milih, hewan apa yang ingin kalian jadikan hewan peliharaan ? Godzilla ? Hmm Good Choice!
Hahaha ini nyuruh apa maksa? Aku pengin punya singa semacam Aslan di rumah. Bisa nggak? 

(9) Apa genre musik yang kalian suka ?
Aku nggak punya genre khusus buat musik. Entah kenapa, denger musik cuma saat adek lagi dengerin juga. Bahkan aku nggak menyimpan musik sama sekali di handphone, hehe. Aneh ya? 

(10) Adakah moment yang kamu sesali ? Kalo pun ada, moment apakah itu ?
Mengapa aku terlambat menekuni dunia tulis-menulis? Itulah yang aku sesali. Tapi aku tetap bersyukur. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? 

(11) Suka baca buku? Kalo suka baca buku, jenis buku apa yang kalian suka ?
Iya, aku suka fiksi, tapi nggak menutup kemungkinan untuk suka non fiksi juga. Lebih suka genre misteri, thriller, sci-fi, romance tapi yang nggak terlalu mellow, komedi juga suka. Yaaah, aku termasuk pembaca segala, sih. 

Daaan... Nominasi Liebster Award dariku, adalah... Jeng! Jeng! *pasang musik tegang*
2. Dea
3. Diyar 
4. Indahfuri
5. Jiah Java 
6. Kaka Akin
8. Linda
11. Vanda Kemala

Ini pertanyaan untuk kalian yang blognya kunominasikan:
(1) Kamu lebih suka membuat postingan seperti apa di blog? (diary, fiksi, review, atau apa?)
(2) Punya blog, berarti suka menulis kan? Nah, punya keinginan untuk menerbitkan buku, nggak? Kalau iya, buku seperti apa?
(3) Pilih mana, punya banyak followers di blog atau di twitter? Mengapa?
(4) Suka baca buku? Kalau iya, ada budget khususkah untuk membeli buku? Kira-kira sebulan habis duit berapa untuk membeli buku?
(5) Lebih suka beli buku di toko buku online atau offline? Mengapa?
(6) Apa sih, yang bikin kamu sebel saat membaca suatu buku? (misal: ceritanya ternyata nggak sebagus promonya, atau apa?)
(7) Menyambung pertanyaan di atas, apa yang selanjutnya kamu lakukan pada buku tersebut? (misal: menjual kembali, memberikan pada orang lain, atau apa?)
(8) Siapa penulis Indonesia yang paling kamu suka? Mengapa?
(9) Kalau kamu diberi penawaran untuk wisata gratis di kawasan Asia, kamu memilih negara mana? Alasannya apa?
(10) Apa keinginan terbesar yang ingin kamu wujudkan?
(11) Sifat apakah yang ada di dirimu yang kamu anggap sebagai kekurangan? Bagaimana kamu mengatasinya?

*Maaf ya kalau ada pertanyaan yang menurut kalian susah. Aku pun mikir keras untuk memberikan pertanyaan apa, hehe.
*Selamat mengerjakan... eh, selamat membuat postingan Liebster Award dan selamat berbagi maksudnya ^^

Salam kenal :D

6 Karakter Temen yang Jadi Pelanggan Bisnis Pulsa

(background source: here)

Aku punya bisnis kecil-kecilan, yaitu berjualan pulsa. Bisnis ini udah aku jalani bertahun-tahun, sejak masih duduk di bangku SMK, sampai sekarang, lulus kuliah. Nah, bisa dihitung tuh berapa tahun :D

Bisa ditebak kan, siapa pelanggannya? Rata-rata ya temen-temen sendiri. Temen satu kelas, temen beda kelas, sampe temennya temen. 

Nah, punya pelanggan temen sendiri itu susah-susah gampang. Gampang karena aku nggak perlu bingung siapa yang mau beli pulsaku. Tapi kadaaaaang... susah nagihnya.Tahu sendiri kan cara jualan pulsa ke temen itu gimana? SMS/BBM dulu buat minta pulsa, terus bayarnya belakangan.

Sekarang aku mau jabarin karakter-karakter temen yang jadi pelanggan pulsaku. Cekidot!

1. Temen Baik

Paling enak punya pelanggan yang begini. Mereka paling cepet bayar pulsanya. Misalnya malem mereka minta kiriman pulsa, paginya begitu ketemu langsung bayar. Atau saat weekend mereka minta kiriman pulsa, saat masuk sekolah/kuliah mereka langsung minta total yang harus dibayar dan bayar SEMUANYA.

Cara mengatasi:
Nah, buat temen yang kayak gini, aku selalu berusaha kasih pelayanan terbaik: begitu mereka minta kiriman pulsa, langsung aku kirim secepatnya. Kalau telat dikit, langsung ngerasa nggak enak sama mereka. 
Dan saat mereka minta keringanan (mundur bayar pulsanya) karena alesan tertentu, barulah aku bisa maklum. Karena mereka nggak sering melakukannya dan pasti alesannya bener-bener jujur. Sayangnya, nggak banyak temen yang begini.

2. Tukang Kabur

Kalau ada kesempatan ketemu, entah gimana caranya mereka selalu lebih cepet kabur dari pandangan. Semacam punya jurus menghilang yang ampuh banget. 

Cara mengatasi: 
Harus pasang kuda-kuda kalau berhadapan sama temen macem ini. Sebelum bel pulang sekolah atau jam kelar kuliah usai, aku harus siap-siap. Begitu TET, langsung bergerak secepat kilat buat mencegat langkahnya keluar kelas. Itu kalau sekelas ya. Kalau beda kelas ya siap-siap lari aja buat ngejar dia kalau pas batang idungnya keliatan dikit. Atau saat ngejar itu, teriakin aja, "bayar pulsa dong!" di depan temen-temen yang lain. Kalau udah gini, temen-temen lain suka ikut ceng-in. Kalau malu, juga akhirnya dia bayar.

3. Tukang Ngeles

Temen yang begini nih calon pengarang kayaknya. Adaaaa aja alesannya buat nunda bayar pulsa. Yang dompet ketinggalan lah, belum ambil duit di ATM lah, lagi banyak kebutuhan yang nggak bisa ditunda lah, ada kebutuhan mendadak lah, dan sebagainya dan sebagainya nggak habis-habis. Tipikal kayak gini, mereka berani buat ketemu, karena mereka siap dengan alesannya. Suka kesel lagi kalau mereka yang banyak alesan ini itu, eh ke sekolah/ke kampus pake barang-barang baru. Lah, masa' beli baju/sepatu/hape baru aja bisa, tapi bayar pulsa yang nggak seberapa aja nggak bisa sih?

Cara mengatasi:
Suruh dia janji kapan bisa bayar. Kalau udah hari H dan dia belum bayar juga, aku jadi ngerasa berhak buat ngejar terus. Atau kalau dia punya barang-barang baru, becandain aja tentang barang-barang barunya. Berharapnya sih dia malu ya, terus bayar deh.

4. Tukang Janji-Janji

Udah macem caleg aja ya, kebanyakan janji. "Aku bayar besok ya" atau "Aku bayar tanggal 5 ya". Tapi saat waktunya bayar, dia jadi tukang kabur atau tukang ngeles. Padahal yang nentuin hari kan ya dia-dia sendiri. Ckckckck *geleng-geleng kepala*

Cara mengatasi:
Teror terus! Tagih janjinya.

5. Tukang Minta Pengertian

"Aku lagi krisis keuangan nih, tolong ngertiin ya." Lah, kalau minta pengertian ke pacar aja. Aku cuma penjual pulsa biasa. Masa' iya aku harus ngasih pengertian ke semua temen yang kayak begini. Trus kapan aku yang dingertiin? *drama*

Cara mengatasi: 
Sekali-sekali minta pengertian juga. Lah bener kan? Kalau aku ngertiin dia mulu, modalku nggak balik dong? Bisnis pulsanya jadi seret karena duitnya nggak bisa muter.

6. Belagak Lupa

Suka kasian sama temen yang model begini. Masih muda tapi udah lupa banyak hal. Biasanya yang tipe begini, awalnya adalah tukang kabur/tukang ngeles. Sampe aku capek sendiri nagihnya, terus aku diemin lama. Eh, bukannya sadar, malah belagak lupa kalau punya utang. Saking lamanya ditunda-tunda sih.

Cara mengatasi:
Nah, untuk temen model begini (pada dasarnya yang model begini mudah diprediksi, karena biasanya nggak cuma sekali kayak gitu), aku selalu sigap capture-in SMS/BBM dia saat minta pulsa atau saat dia janjiin kapan mau bayar. Saat penyakit lupanya kambuh, tinggal tunjukin aja capture-an itu.
Selain itu, pada dasarnya aku kan punya buku catatan. Isinya lengkap. Mulai dari jam dikirimnya pulsa itu, nomer hape dia, sampe serial numbernya. Setelah temen-temen bayar, aku kasih tanda centang, kadang tanggal bayarnya aku cantumin juga. Semua itu aku anggep barang bukti. Dia yang suka belagak lupa, nggak bisa ngeles lagi. Tapi ada juga sih yang malah muter balikin, misal: "Aku udah bayar waktu itu, waktu bla bla bla. Mungkin kamu yang lupa." Lah?

***

Ya, kira-kira begitulah karakter temen yang jadi pelanggan pulsaku. Nano-nano. 

Bisnis pulsa itu kan paling untungnya berapa sih? Nggak sampe seribu buat sekali kirim. Jadi, sebagai temen yang baik, janganlah tega-tega amat. *muka melas*
Ada yang punya bisnis pulsa jugakah? Atau punya bisnis lain yang di antara pelanggannya adalah temen sendiri? Kira-kira gitu juga nggak karakternya? Mungkin bisa share di comment box?

Sepupu Satu Hobi

Saya yang sudah sekian lama tidak melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum, beberapa hari yang lalu menerima ajakan mama untuk pergi ke Surabaya dengan bus. Tidak ada alasan khusus. Hanya mengisi awal liburan mama yang sehari-harinya sebagai guru PAUD.

Sampai di salah satu rumah saudara di Surabaya pada Jumat sore dan kembali ke rumah pada Senin pagi, banyak cerita yang saya dapatkan. Salah satunya adalah mengetahui bahwa saya memiliki sepupu yang satu hobi dengan saya: membaca dan menulis.

Girang? Pasti! Hobi membaca dan menulis seringkali membuat orang menjadi terkesan pendiam dan memiliki kehidupan sendiri, padahal sedang berada di tengah keramaian. Dan ketika menemukan orang dengan hobi yang sama, rasanya seperti menemukan teman seperjuangan. 

Namanya Putri Balqis Paramitasari. Kami memanggilnya Mita. 

Mita bersama mama dan adiknya

Sudah bertahun-tahun saya tidak berkunjung ke sana. Terakhir kali ketika Mita masih kecil. Lupa kapan tepatnya. Keluarga Mita sudah tidak menempati rumah yang sama seperti saat terakhir kali saya ke sana. Tetapi tidak lantas berpindah jauh. Rumahnya sekarang ada di sebelah rumah yang dulu.

Ketika melihat saya selalu membawa buku ketika bepergian dan asyik dengan buku saya ketika anggota keluarga yang lain menonton televisi, Tante Devi, mama Mita bercerita tentang hobi Mita yang sama seperti saya. 

Saya dibuat takjub dengan satu rak berisi penuh oleh buku-buku koleksinya (sayang saya tidak mengabadikannya dalam foto). Bukan hanya itu, Tante Devi juga menceritakan tentang hobi menulis Mita. 


salah satu tulisan Mita yang dimuat oleh Bobo

Andai saja saya masih bisa bertemu, bercengkrama, dan bertukar pikiran dengannya, mungkin akan sangat menyenangkan. Saling memberikan support dan saling berbagi koleksi buku juga sepertinya tidak akan terlewatkan. Tapi itu hanya seandainya...

Ya! Mita sudah tidak ada. Kanker paru-paru menjadi penyebab kepergiannya 3 tahun yang lalu. Ketika ia masih sangat muda, bahkan baru 10 hari menikmati menjadi siswa baru di salah satu SMP di Surabaya.

Mita, Mbak Dita bangga sama kamu. Dan kamu nggak perlu khawatir dengan koleksi buku dan tulisanmu. Mamamu merawatnya dengan baik sebagai kenangan atas sepeninggalmu.

Hidup untuk Bermimpi

(source: here)

"Dita, kamu kepengin jadi apa?"

"Jadi dokter."

Itu jawaban setiap ada yang menanyakan apa mimpi saya. Tapi itu dulu. Ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar.

Kemudian mimpi itu berubah...

Ketika penghujung SMP, saya bermimpi menjadi seorang animator.

Ketika SMK, saya  bermimpi menjadi penulis skenario film.

Ketika masuk kuliah, saya bermimpi menjadi wartawan.

Sekarang, mimpi itu berubah lagi, yaitu menjadi seorang penulis buku fiksi. Mengapa fiksi?

Karena saya merasa nyaman menjalaninya. Tidak ada yang tidak mungkin dalam cerita fiksi. Hal-hal yang mustahil ada pun, menjadi sah-sah saja. Dan yang paling penting, saya dapat menyelipkan makna-makna kehidupan ataupun pesan-pesan tanpa terkesan menggurui. Semua tersaji dalam cerita-cerita yang saya buat. Pesan dan makna menjadi hak pembaca untuk menginterpretasikannya.

Siapa bilang dalam fiksi tidak ada fakta?

Justru menyampaikan fakta paling aman adalah melalui cerita fiksi. Pembaca dapat menyadari sendiri fakta yang terkandung dalam cerita tanpa penulis harus menjelaskannya secara gamblang. Berbeda dengan artikel berita yang harus benar-benar mengandung fakta akurat.

Saya rasa tidak ada yang salah dengan perubahan mimpi. Sesuai dengan judul yang saya ambil pada postingan kali ini, Hidup untuk Bermimpi. Ya! Sepanjang hidup ini saya terus bermimpi.

Karena mimpi itu gratis! Jalan menujunya yang tidak gratis. Dan asal tahu saja, harganya sangaaat mahal.

Ini bukan perkara uang saja, tetapi juga perkara tenaga, hati, waktu, dan kesempatan.

Seperti sebuah jalan, mimpi tidak selalu lurus. Mungkin nanti saya akan menemui jalan yang bercabang, polisi tidur, traffic light, tikungan, dan juga jalan bebas hambatan. Tapi juga bukan tidak mungkin ibarat saya mendapat pengawalan polisi, sehingga jalan saya akan lancar, bahkan orang lain akan memberi jalan.

Saya sangat suka menulis. Dan saya memiliki mimpi untuk menjadi penulis yang karyanya digemari banyak orang. Sehingga buku yang saya tulis hidup untuk waktu yang tidak terbatas.

(source: here)

Bukan berarti perjalanan menuju mimpi saya itu mudah. Justru keadaan paling sulit berada di dalam rumah, yaitu meyakinkan keluarga saya sendiri. 

"Memangnya penulis ada duitnya ya?"

"Cari kerja yang pasti-pasti aja sana!"

Komentar-komentar seperti itulah yang sering saya dengar dari anggota keluarga saya. Awalnya saya bisa menjelaskannya dengan tersenyum. Tetapi lama-kelamaan saya malas juga untuk menanggapi komentar seperti itu, sehingga saya memilih diam. Biarkan waktu yang memberitahu mereka.

Saya berikan contoh seperti ini: 

Jika semua orang berbondong-bondong menjadi pegawai perusahaan ataupun PNS, persaingan akan semakin membabi buta. Ingat tentang ribuan orang yang mengikuti tes CPNS? Nah! Menurut saya itu mengerikan. Biarlah saya menjadi satu dari sedikit orang yang mengabadikan perjuangan mereka-mereka yang ingin menjadi PNS dengan tulisan.

Biarlah saya menghidupkan terus kreativitas dan jari-jari saya untuk menuliskan kisah-kisah yang menginspirasi dan menghibur. Tanpa seragam atau pakaian resmi perusahaan. 

Seperti itulah sedikit gambaran saya tentang mimpi menjadi penulis fiksi. Walaupun saat ini belum ada satu pun buku yang memuat nama saya sebagai pengarangnya, tapi suatu saat nanti saya percaya akan ada. 

Satu kunci saya, yang mungkin dapat diikuti teman-teman sekalian untuk mewujudkan mimpi yaitu: TEKUN dan PERCAYA !


Diikutsertakan dalam Lomba Artikel #BeraniBermimpi
infonya : di sini